5 Keuntungan Menjadi Remote Worker di Bulan Ramadhan

Bisa mudik lebih cepat dari kebanyakan orang, saya jadi berpikir bahwa pekerjaan saya sebagai remote worker memberikan saya banyak manfaat selama bulan Ramadhan ini.

Ada banyak hal yang bisa saya lakukan selama Ramadhan ini yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh orang kebanyakan karena bekerja di kantor.

Nah, apa saja keuntungan yang saya rasakan tersebut?

1. Tak perlu menahan kantuk di jalan saat pergi ke kantor dan bermacet-macet ria saat pulang

Ini barangkali adalah keuntungan yang paling terasa nikmatnya. Kebanyakan orang tak bisa menikmati tidur setelah Subuh karena harus bersiap pergi ke kantor. Tante saya bahkan berangkat setelah Subuh setiap harinya demi menghindari macet di pagi hari. Saya tidak perlu merasakannya.

Dan yang paling menyenangkan, tentu saja, adalah saya tak perlu bermacet-macet ria setiap sore, berebut ruang yang terbatas di jalan dengan kendaraan lain yang sama-sama ingin lekas sampai di tujuan agar tak perlu berbuka di jalan.

Alasan itulah yang membikin banyak orang begitu egois di jalan (yah di luar Ramadhan pun seperti itu sih…) di sore-sore yang sebetulnya indah di ibukota.

Masalah terbesar kalau harus terjebak macet di jalan di bulan Ramadhan itu satu: betapa beratnya menjaga mulut agar tak mengumpat dan menjaga pikiran agar tak memikirkan hal-hal jelek tentang pengendara lain di jalan!

2. Buka puasa selalu di rumah, lebih hemat

Ini benar-benar saya rasain di bulan puasa kali ini. Karena hampir setiap hari buka puasa di rumah – entah itu untuk membatalkan atau makan besar – saya bisa menghemat banyak uang, dan hanya sesekali buka di luar kalau ada undangan atau sedang diajak, uhuk, pacar.

Buka di rumah juga menjamin makanan yang dimakan lebih jelas; kamu tidak tahu kan minyak yang digunakan untuk menggoreng gorengan di pinggir jalan yang kamu makan sudah digunakan berapa kali?

3. Lebih banyak waktu untuk beribadah

Tidak harus berjam-jam di jalan artinya lebih banyak waktu yang bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat, terutama untuk beribadah.

Apalagi di bulan Ramadhan ini, konon, pahala ibadah kita bisa berlipat-lipat.

4. Mudik lebih cepat dan lebih lama

Seorang remote worker bisa bekerja dari manapun, termasuk dari kampung halaman, asalkan ada jaringan internet yang cukup mumpuni. Mengingat semakin meningkatnya jumlah infrastruktur dan kualitas jaringan internet di Indonesia, semakin banyak daerah yang memiliki koneksi yang cukup bisa diandalkan (terutama buat mengunggah file dan memposting sesuatu di website).

Nah, karena alasan inilah seorang remote worker bisa mudik dengan tenang lebih awal dari kebanyakan orang, dan pulang ke ibukota lebih lama dari kebanyakan orang. Mungkin jika ada hal yang perlu dipastikan sebelum mudik, itu adalah memastikan tidak ada meeting yang harus dihadiri dan kepulanganmu disetujui pacar.

5. Bisa tidur siang

Konon katanya, tidur di bulan Ramadhan adalah ibadah, dan remote worker bisa tidur lebih banyak dan lebih tenang…. asalkan semua pekerjaan sudah diselesaikan ya. Lumayan, nambah ibadah.

Ini terutama sangat penting ketika bulan Ramadhan jatuh bertepatan dengan bulan sepakbola internasional, seperti Euro 2016 yang sedang berlangsung sekarang.

Tapi perlu diingat juga di balik sisi positif, selalu ada sisi negatif. Begitu juga dengan menjadi remote worker di bulan Ramadhan. Ada beberapa hal negatif dari bekerja di rumah ketika bulan puasa, tapi yang paling utama adalah jarang sekali buka bersama di luar.

Lho, katanya tadi itu hal positif karena bisa berhemat?

Iya sih. Di satu sisi, jarang buka bersama di luar memang membuatmu bisa berhemat. Tapi di sisi lain, ini artinya jumlah pertemuanmu dengan teman-teman lain yang bekerja kantoran juga menjadi minim.

Bekerja sebagai remote worker memang artinya siap menyambut kesendirian (uh…) karena harus bekerja sendiri di rumah sendiri. Tapi di bulan Ramadhan, kadang ini agak menyedihkan, terutama jika teman-teman dekatmu bisa buka bersama dan kamu tidak bisa ikut karena rumahmu terlalu jauh di pinggiran kota (atau mungkin di planet lain).

Yah, tak ada pilihan hidup yang benar-benar tanpa risiko, bukan?

2 COMMENTS

  1. Setuju sama opini situ, mz. Kerjaan kayak gitu banyak positifnya, tapi di sisi negatif ya paling cuma interaksi dengan teman lain jadi berkurang drastis. Maklum sendirian.

    Saran sih, bawa pacarnya aja ke rumah biar seru. Tapi hati-hati kalau nggak ada orang di rumah dan hanya kalian berdua, karena yang ketiga cetan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here