Fiksi

[CERPEN] Naif

[CERPEN] Naif

“Hati-hati di Jakarta, nduk. Banyak orang jahat! Pokoke kudu ngati-ati!” begitu pesan ibuku saat aku hendak berangkat ke ibukota. Demi menjaga perasaan ibuku, tentu saja aku menjawab, “Nggih, Bu.” Padahal dalam hati, aku ingin sekali membantah ucapan ibu dan anggapannya itu. Selayaknya orang-orang daerah yang tak pernah pergi ke kota…
Namaku Jati…

Namaku Jati…

“Namaku Jati,” kataku kepada laki-laki tua yang duduk di sampingku di bus malam menuju Jogja. “Aku berani bertaruh, bapakmu pasti menginginkanmu sekuat kayu jati,” ujarnya. “Mungkin,” jawabku sambil mengangkat bahu. Lalu kusebutkan nama lengkapku, yang membuatnya langsung menengok ke arahku dengan mata yang terbuka lebar. Beberapa detik kemudian, ia terkekeh.…

Cerita Pendek: Dalam Diam

Saya kembali iseng menulis cerita pendek, kali ini berjudul “Dalam Diam”. Berbeda dengan cerpen “Minggu”, kali ini cerpennya nggak terlalu panjang kok, hanya empat halaman Microsoft Word dengan font Segoe UI, 11 poin, dan spasi 1,5. 😀 Cerpen “Dalam Diam” bisa diunduh di sini (direct download, PDF, 205 kb) atau…

Cerita Pendek: Minggu

Saya tidak ingat kapan terakhir kali saya menulis cerita pendek. Barangkali SMA, atau malah SMP. Tidak tahu tepatnya. Buku Blind Willow, Sleeping Woman karya Haruki Murakami lah yang membuat saya tergoda untuk menulis cerpen lagi. Kumpulan cerpen Murakami tersebut memang cukup menarik, karena untuk pertama kalinya saya membaca cerpen-cerpen yang…