Novel-Novel Haruki Murakami Sebagai Obat

Novel-Novel Haruki Murakami Sebagai Obat

“Oh, he is always very fashionable. Noblest Magazine ranked him the best-dressed man in China, and his father is ranked the fourth richest man in China by The Heron Wealth Report, with a net worth of US$15.3 billion.”

A short, slight man in his early fifties emerged from the armored SUV. His face had a slightly punched-in look, something that his neatly trimmed Errol Flynn mustache only served to accentuate.

“Is that Colette’s father?” Nick asked.

“Yes, that is Mr. Bing.”

“What’s he ranked?” Nick asked in jest. He found these rankings to be rather ridiculous and more often than not wildly inaccurate.

“Mr. Bing is ranked fifth richest, but The Heron is wrong. At current share prices, Mr. Bing should be ranked higher than Richie’s father. Fortune Asia has it correct—it ranks Mr. Bing at number three,” Roxanne said earnestly.

Saya baru selesai membaca setengah buku China Rich Girlfriend – yang merupakan sekuel dari novel pertama, Crazy Rich Asians – gubahan Kevin Kwan ketika akhirnya saya memutuskan untuk menutup aplikasi pembaca buku elektronik di smartphone. Itu terjadi sekitar dua minggu yang lalu, dan saya belum membukanya lagi saat ini.

Ini bukan karena buku China Rich Girlfriend tidak semenarik Crazy Rich Asians, yang saya selesaikan hanya dalam empat hari. Bukan juga karena saya lelah membaca buku elektronik di ponsel. Saya terpaksa melakukannya karena rasa lelah itu datang: bukan lelah membaca, tetapi lelah karena membaca cerita fiksi yang begitu “mewah” dan penuh dengan intrik serta drama.

Keesokan harinya, saya pergi ke toko buku dan membeli Men Without Women gubahan Haruki Murakami, novelis favorit saya. Membaca China Rich Girlfriend membuat saya rindu membaca tulisan-tulisan Murakami. Meski cerita-ceritanya bukan soal kemiskinan atau dunia yang berbanding terbalik secara ekstrem dengan yang diceritakan dalam seri novel Crazy Rich Asians – faktanya, sebagian besar karakter dalam cerita Murakami umumnya cukup berada dan hidup di kota – tetapi alur cerita yang lambat dan drama yang dikemas tanpa tendensi untuk membuat segalanya begitu penting membuat karya-karya Murakami terasa sederhana.

We exchanged a quick greeting, and I ordered the same.

“He passed away so suddenly, didn’t he?” I asked.

The young man narrowed his eyes, as if he were facing into a bright light. “Yes, his death was quite sudden. Surprisingly so. Yet it also took a long time, and was a painful way to die.”

I didn’t say anything, waiting for him to explain. But he didn’t seem to want to give any of the details of the doctor’s death—at least not until the waiter brought my drink.

Begitu menyenangkannya membaca tulisan Haruki Murakami lagi sampai-sampai saya berpikir bahwa membaca Murakami seperti sebuah ritual yang mestinya dilakukan secara reguler, setidaknya setahun sekali. Novel-novelnya layaknya obat – setelah membaca cerita-cerita fiksi yang menunjukkan tendensinya untuk bermewah-mewah dan menunjukkan intrik dan drama ala sinetron picisan, tulisan Murakami adalah pegangan untuk membuat kita tetap memijak bumi.

Layaknya sebuah liburan ke pantai yang sepi atau ke gunung yang sunyi untuk memulihkan diri dari impitan kehidupan kota yang begitu bising.

Seperti pergi ke sebuah kedai kopi kecil yang tak banyak pengunjung di ujung jalan yang ramai karena pasar malam.

Membaca Murakami seperti pengingat bahwa hidup terkadang begitu datar dan itu bukan masalah besar.

 

Catatan: Bukan berarti novel Crazy Rich Asians dan China Rich Girlfriend jelek, ya. Bagus kok, terutama Crazy Rich Asians. Tak kalah bagus (dan jauh lebih detail) daripada filmnya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There is 1 comment for this article
  1. andhikamppp at 4:46 pm

    Murakami gue baru baca 1Q84 sih, terjemahan pula, belum sampai ke tahap “Membaca Murakami seperti pengingat bahwa hidup terkadang begitu datar dan itu bukan masalah besar.”

    tapi, bukan berarti gak suka. suka banget sama cara cerita Murakami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *