Jalan Terjal Thailand Menuju Puncak Sepakbola Asia

Jalan Terjal Thailand Menuju Puncak Sepakbola Asia

Sudah tak perlu disangsikan lagi: Thailand adalah raja sepakbola Asia Tenggara saat ini. Rival mereka bukan lagi Vietnam, Malaysia, atau Indonesia, tetapi Irak, Arab Saudi, Jepang, Australia, dan lain-lain. Walaupun mereka mungkin belum mencapai level yang sama seperti para langganan Piala Dunia seperti Jepang dan Australia, tapi setidaknya mereka mampu bersaing dengan tim-tim yang selevel di bawahnya, seperti Irak.

Apa yang mereka capai saat ini, sejatinya, bukanlah hal baru. Pada akhir 1990an, Thailand pernah mengalami masa keemasan mereka, ketika mereka mampu bertengger di posisi 45 dunia – sebagian besar atau malah hampir semua negara ASEAN lainnya bahkan tak mampu menembus 100 besar dunia. Tapi memasuki millenium ketiga, sepakbola mereka mengalami penurunan drastis dan gelar raja ASEAN sempat direbut oleh Singapura.

Pertanyaannya: bagaimana mereka bisa kembali ke puncaknya seperti saat ini?

Kritikorn Thanamahamongkhol, perwakilan editorial FourFourTwo Thailand, menceritakan kemunduran dan kebangkitan sepakbola Thailand dalam 16 tahun terakhir tersebut dalam sebuah artikel sepanjang 2600an kata, dan saya pun menerjemahkannya untuk FourFourTwo Indonesia di sini.

Dan kalau kamu ingin membaca versi bahasa Inggrisnya, kamu bisa membacanya di sini. Jangan ragu untuk sampaikan kritik dan saranmu atas artikel terjemahannya ya!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *