Kapan E-KTP Saya Jadi, Pak?

Kapan E-KTP Saya Jadi, Pak?

“Jadi, kira-kira kapan E-KTP saya jadi, Pak?”

“Waduh, saya juga kurang tahu. Tapi pasti masih lama banget ini.”

“Oh begitu…”

Dengan gontai, saya melangkahkan kaki keluar kantor Kecamatan Pekayon Jaya. Setelah tujuh bulan menunggu, saya belum juga mendapatkan KTP elektronik saya, kartu yang seharusnya sangat penting karena merupakan bukti identitas utama dalam kehidupan seorang warga negara. Ya, saya memang mendapatkan perpanjangan surat keterangan sementara pengganti E-KTP, yang berlaku selama enam bulan. Tapi tentu saja memiliki E-KTP memberikan rasa aman dan nyaman yang lebih besar daripada secarik kertas yang dianggap setara dengan E-KTP yang seharusnya saya bawa ke mana-mana.

Pertama, membawa surat keterangan tidaklah menyenangkan. E-KTP bisa kita masukkan ke dalam dompet dengan mudah, tapi selembar kertas A4 tentu tidak bisa kita masukkan ke dalam dompet atau saku dengan gampang, bukan? Kita bisa melipatnya, tapi melipat kertas, memasukkannya ke dalam dompet, dan membawanya ke mana-mana dalam waktu enam bulan hanya akan membuat kertas penting itu cepat rusak. Kita tentu juga tidak mungkin membawa map ke mana-mana agar surat keterangan itu tetap awet sampai masa berlakunya habis.

Kedua, surat ini, sepanjang pengetahuan saya, masih agak kontroversial. Ketika saya mengurus pembuatan ulang E-KTP, saya mendengar obrolan salah seorang warga di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil bahwa surat pengganti yang ia miliki tidak bisa dipakai di bank yang ia datangi. Saya tidak tahu apakah ini benar atau tidak, dan apakah memang ada institusi yang tidak menerima surat keterangan ini sebagai pengganti yang senilai dengan E-KTP atau tidak, tapi kalau benar, ini tentu sebuah masalah besar (sampai Juni lalu, masih ada berita soal masalah yang sama yang terjadi. Misalnya di artikel ini).

Saya sendiri mengurus pembuatan E-KTP baru pada Januari 2017 lalu. Ketika itu, diberitahu bahwa KTP elektronik saya akan jadi sekitar bulan Juni. Bulan Juli saya datang ke Kecamatan Pekayon Jaya, dan jawabannya seperti di atas tadi. Alasannya begini: karena saya merupakan warga pindahan (saya mengurus pindahan dari Bandar Lampung pada Desember 2016 lalu), dan sebelumnya sudah memiliki E-KTP, E-KTP baru saya baru akan dicetak setelah semua warga yang sudah mengurus pembuatan E-KTP tapi sebelumnya belum memiliki E-KTP mendapatkan haknya terlebih dahulu.

Jadi kapan semua itu akan selesai? Entahlah. Mengingat bahkan warga yang sebelumnya belum pernah mendapatkan E-KTP saja bisa menunggu hingga satu tahun untuk mendapatkan haknya, saya pesimis saya bisa mendapatkannya sebelum awal Januari nanti, ketika surat keterangan pengganti E-KTP saya yang baru habis masa berlakunya.

Mungkin satu tahun lagi. Atau malah lebih.

Saya juga tidak tahu.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There is 1 comment for this article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *