Kedai Kopi Favorit Saya di Bali Ada di Sanur

Kedai Kopi Favorit Saya di Bali Ada di Sanur

Yang favorit tak melulu yang terbaik. Tanyakan saja pada para penggemar Arsenal, yang pasti sangat sadar bahwa tim mereka bukanlah “…the greatest team, the world has ever seen…” seperti yang biasa mereka nyanyikan. Begitu juga dengan soal kopi. Kopi Kiosk jelas bukan kedai kopi terbaik yang bisa kamu temukan di Bali, tapi bagi saya, ini adalah kedai kopi favorit saya selama di Bali.

Untuk meluruskan, saya memang bukan penggemar kopi sejati yang menekuni dunia kopi dengan begitu bergairah. Cuma penikmat kopi biasa, yang bahkan tidak bisa membedakan rasa kopi arabika dan robusta, dan lebih sering minum kopi di Starbucks yang lebih mementingkan minuman rasa kopi yang ekstra manis alih-alih fokus pada seni minum kopi yang sesungguhnya.

Tapi tentu saja ada alasan mengapa Kopi Kiosk adalah kedai favorit saya sejauh ini, juga meski saya sejauh ini baru sekitar lima kali minum kopi dalam dua kunjungan saya ke Bali dalam dua tahun terakhir, dan dua di antaranya adalah di Starbucks.

Kiosk Sanur-6

Gula yang ditawarkan di sini adalah gula merah, lho!

Selain Kopi Kiosk, saya juga pernah menyambangi Seniman Coffee yang tersohor di Ubud, serta Pison di Petitenget (yang juga akan saya tulis di postingan berikutnya). Yang membuat Kopi Kiosk menjadi favorit saya pun sebetulnya bukan kopinya – sekali lagi, saya bukan pecinta kopi sejati yang lidahnya bisa dengan jeli menentukan mana kopi enak dan mana kopi yang biasa saja – tapi karena Kopi Kiosk-lah satu-satunya kedai kopi di Bali (sejauh ini) yang membuat saya ingin datang kembali

Saya menemukannya pun tak sengaja. Saat tengah menunggu kapal cepat alias speed boat menuju Nusa Penida di Sanur, saya harus mencari toilet umum yang ternyata jauh sekali dari tempat saya menunggu. Sambil berjalan ke sana, saya melihat-lihat sekeliling dan melihat tempat ini. Setelah dari toilet dan sudah memastikan tiket ke Penida, saya pun mengajak Deony untuk menunggu sambil minum kopi di Kiosk.

Kiosk Sanur-5

Belakangan, saya baru tahu kalau ini adalah Kopi Kiosk kedua di Sanur – ada satu kedai lagi yang sudah dibuka selama beberapa tahun lebih awal di daerah Sanur juga, namun di sisi yang berlainan (dari Google Maps, saya ketahui kalau kedai yang pertama ini berada di Jalan Danau Tamblingan, sekitar 3km dari kedai yang saya kunjungi).

Kedai kedua ini lebih kecil, lebih menyerupai seperti warung indomie pinggir jalan yang biasa kamu lihat di Jakarta. Benar-benar seperti kedai kopi untuk singgah sejenak, mengobrol dengan pasangan atau teman-teman sambil minum kopi di pagi hari. Tapi dari sisi pemandangan, sepertinya (lagi-lagi saya hanya berasumsi dengan melihat foto-foto dari kedai pertama yang bisa kamu temukan di Tripadvisor) kedai kedua ini jauh lebih unggul, karena terletak di pinggir pantai yang membuat kita bisa menikmati kopi sambil mendengar debur ombak dan melihat Pantai Sanur yang agak kotor itu.

Kiosk Sanur-4

Americano-nya enak, sementara coklat panasnya standar saja, tetapi karena harga yang relatif murah, hal itu jadi bukan masalah. Saya mungkin akan menambah satu cangkir kopi lagi seandainya tidak ingat kalau saya akan naik speed boat selama 30 menit ke sebuah pulau yang belum saya ketahui bentuk dan kelengkapan fasilitasnya saat itu.

Bli barista yang melayani kami pagi itu ramah sekali, dan kami pun berbincang banyak tentang Nusa Penida. Ia memberikan gambaran pada kami bagaimana keadaan di sana, termasuk mengingatkan soal betapa rusaknya jalanan menuju Angel’s Billabong dan Broken Beach.

Kiosk Sanur-1

Keramahan dan unsur keintiman itulah yang mungkin membuat saya mengapresiasi kedai kopi yang kecil ini. It was a great experience dan saya sangat merekomendasikan, kalau ada waktu banyak saat menunggu kapal menuju Nusa Penida atau Nusa Lembongan di Sanur, atau kalau kamu memang tengah berjalan-jalan di daerah ini, untuk mampir ke Kopi Kiosk.

Saya jadi kepikiran: mungkin lain waktu saya akan menginap di daerah Sanur, dan menghabiskan pagi dengan melihat matahari terbit, lalu sarapan di Warung Nasi Bali Men Weti yang tersohor, lalu mengakhirinya dengan ngopi di Kopi Kiosk sambil menunggu kapal ke Nusa Penida jam 10 pagi.

Sepertinya asyik.

Kiosk Sanur-2

(Bagi yang suka ikan, mungkin bisa menyelipkan ‘makan siang dengan Sup Kepala Ikan di Warung Mak Beng’ yang sangat terkenal, sayangnya saya tidak terlalu suka ikan. Apalagi kepala ikan. Ugh…)

Lokasi: Kopi Kiosk Pantai – Jl. Sanur Beach Street Walk, Sanur Kaja, Denpasar Sel., Kota Denpasar, Bali

Direkomendasikan untuk: Kamu yang suka minum kopi pagi-pagi sambil mendengar debur ombak di tepi pantai

Menu yang direkomendasikan: Hot Americano!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *