Memesan Americano di Starbucks adalah Ide Buruk

Memesan Americano di Starbucks adalah Ide Buruk

Sebagai penikmat tayangan Korea, ada satu tren di negeri ginseng sana yang saya ketahui dari variety show dan drama: ada begitu banyak orang Korea yang menyukai Americano. Bahkan, 10cm sampai membuatkan lagu tersendiri.

“Americano I like I like I like
Americano its strong its strong its strong
How do you like it Syrup Syrup Syrup
Please leave it out Please leave it out”

Sebagai penggemar yang cukup terobsesi dengan kultur populer di Seoul sana, tentu saja saya ikut terpengaruh. Saya jadi sering memesan Americano di kafe atau, yang paling sering di Starbucks. Sebelum saya menjelaskan kenapa minum Americano-nya Starbucks adalah ide yang sangat buruk, saya ingin menjelaskan dulu kenapa saya sering sekali ngopi di gerai kopi dari Amerika Serikat ini.

Pertama, Starbucks ada di mana-mana. Hampir di setiap tempat besar dan ber-AC, ada Starbucks di sana. Ini terutama fenomena yang terjadi di Jakarta. Walhasil, pergi ke Starbucks jadi semacam kewajaran saking seringnya saya ke tempat ini ketika hendak ngopi.

Kedua, harganya masih agak masuk akal. Terutama untuk Americano-nya, walau belakangan, inflasi jenis minuman kopi yang satu ini terlalu gila dibanding minuman lainnya. Ketika pertama kali saya memesan Americano di Starbucks Indonesia, saya ingat, harganya hanya 20 ribu untuk ukuran tall. Kemudian, harganya naik menjadi 22 ribu… 25 ribu… dan sekarang 29 ribu. Walau memang mahal, harga ini masih agak lebih baik daripada minum sejenis Americano di gerai kopi internasional lain seperti Coffee Bean yang harganya 32 ribu per cangkir.

Ketiga, tentu saja soal prestise. Saya tidak akan munafik, minum kopi di Starbucks tentu saja soal prestise. Bukan soal rasa.

Karena, jujur saja, memesan Americano (terutama yang panas) di Starbucks sesungguhnya adalah ide buruk.

Alih-alih seperti minum kopi, minum Americano panas di Starbucks lebih seperti minum air putih panas dengan sedikit perasa kopi. Rasanya begitu hambar…. bahkan meski saya memesan ukuran short. Saya pikir, awalnya, Americano dalam gelas yang lebih kecil akan membuatnya lebih terasa seperti kopi (dengan asumsi jumlah air panasnya lebih sedikit). Belakangan saya sadari, saya salah.

Baru beberapa bulan terakhir saya mengganti pesanan reguler saya. Daripada memesan Americano yang seharga 29 ribu, saya lebih memilih memesan Freshly Brewed Coffee alias kopi hitam biasa. Harganya hanya 21 ribu untuk ukuran gelas tall, alias 72,41% dari harga Americano ukuran yang sama. Kopinya lebih terasa, lebih memberikan efek ketika dibutuhkan untuk menjaga mata agar tetap melek, dan tentu saja, lebih murah.

Minggu lalu, saya tiga kali ke Starbucks dan memesan empat gelas kopi hitam biasa atau, dalam bahasa kerennya, Freshly Brewed Coffee. Saat hari Jumat lalu saya memesan dua gelas Iced Coffee karena memanfaatkan promo LINE, barista Starbucks sampai bertanya, “Memangnya nggak suka Americano, Mas?”

Saya pun menjelaskan kalau kopinya lebih ‘berasa’ daripada Americano. Mbak barista itu lalu menjelaskan, orang-orang yang datang jarang sekali memesan Iced Coffee atau Hot Coffee (bahasa simpel tapi tetap keren dari Freshly Brewed Coffee). Katanya, cuma orang-orang Jepang atau Korea saja yang biasanya memesannya.

Untung saja mbak barista tidak bertanya, “Memangnya nggak suka Frappuccino, Mas?” karena kalau ditanya seperti itu, saya hanya bisa menjawab: lagi bokek!*

 

 

*Tentu saja bercanda. Jawaban yang lebih tepat adalah: lagi diet!

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There are 12 comments for this article
  1. Vita Masli at 3:02 am

    Sama mas,aku jg ngerasa americano di sbux itu hambar. Makanya kdg aku minta 2 shot lbh. ice americanonya masih mending lah dibanding hot. Banyak nyela ya aku padahal kalau ada promo line tetap mampir juga,hahaha.

    • ekkyrezky Author at 6:53 pm

      Wah ya sama hahaha. Setuju, yang ice memang lebih kerasa kopinya.

      *nulis komen ini sambil minum minuman lucu warna-warni seharga 25rb karena promo LINE*

      *serius*

  2. andri at 8:03 am

    kalo saran saya sih yg paling mantep itu tetep americano mas, cuma minta sama baristanya Americano On The Rock yg ice, krn ga pake tambahan air daripada freshly brew nya. nampol banget kopinya. silahkan dicoba ^^

    • ekkyrezky Author at 10:15 am

      Thanks tipsnya! Memang americano yang ice jauh lebih terasa kopinya. Berhubung iced coffee sekarang sudah dihilangkan sama sbux, saya jadi kembali ke americano. Hehe

      • andri at 4:08 pm

        iya bener tuh, sekarang adanya cold brew yg mahal tp ga nampol. beda loh kalo americano ice biasa dan americano on the rock ice, yg difoto atas itu americano biasa (ditambahin air), kalo on the rock cuma expresso shot aja pake es.. kalo kurang nampol tambahin aja shotnya biar maknyus. normalnya sih kalo saya nambah pake classic syrup ( 3 cl, 4 cl, 5cl) tergantung ukuran gelasnya karena on the rock ga pake air jadi ga tahan paitnya hahaha. pernah nyoba freshly brew pake es malah ga enak, enakan kapal api item pake es hahaha. worth it banget lah americanonya ^^

      • ekkyrezky Author at 8:08 pm

        Baru tau ini, barusan googling dan ternyata semacam secret menu di Sbux gitu ya? Nanti saya coba. Thanks tipsnya!

  3. Evan at 2:38 pm

    Sbux jelas bukan tempat untuk orang yang beneran suka kopi, mau kopinya kerasa juga rasa yang didapat pertama pahit dulu seperti biji kopi yang udah lebih dari seminggu.

    Ini tempat untuk orang yang butuh intake caffeine dalam bentuk minuman, atau minuman dessert.

    No offense, tapi semua kopinya gak enak kalau gak dicampur macem-macem kecuali nitro cold brew dari Sbux Reserve.

    • ekkyrezky Author at 8:12 pm

      Ini mungkin penggambaran yang pas. Saya pribadi bukan pecinta kopi kelas berat, dan bener, lebih ke arah kebutuhan akan kafein aja.

      Atau cari wifi. Hehehe..

      Untuk Nitro cold brew belum pernah coba, tapi cold brew-nya yang biasa saya kurang suka.

Leave a Reply to Hastira Cancel comment reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *