Mencoba Menulis di UCNews

Mencoba Menulis di UCNews

Sebetulnya, setahun atau dua tahun yang lalu, saya diajak menulis di UCNews.

UCNews sendiri adalah kanal berita berbasis aplikasi yang juga bisa dilihat di browser di sini, yang merupakan produk dari UCWeb, sebuah perusahaan internet dari Tiongkok yang lebih dikenal karena produk mobile browser-nya. Kalau kamu sering mencoba-coba mendownload berbagai browser di ponsel kamu, mungkin kamu juga pernah mencoba UCWeb.

Nah, UCNews ternyata membuka kesempatan bagi semua orang untuk menulis di kanal mereka. Ketika itu, saya bahkan diajak ‘ngeblog’, artinya menulis apa saja yang saya sukai, bahkan menyalin seisi blog saya ke akun saya di UCNews pun tak masalah. Nantinya, setiap penulis akan mendapatkan kesempatan untuk memonetisasi artikel mereka, sehingga penulis akan mendapatkan pemasukan lewat mereka.

Singkatnya, ini semacam ngeblog yang tak perlu memikirkan adsense. Kurang lebih begitu isi ajakannya.

Tentu saya tertarik, lalu mencoba-coba untuk menulis di sana. Tapi kemudian, muncul masalah: ternyata menulis di sana tidak semudah ngeblog di WordPress atau Blogger. Ada aturan-aturan penulisan, terutama mengenai sumber data, yang harus dipatuhi.

Sebetulnya ini masuk akal. Aturan seperti ini akan, setidaknya, meminimalisir penyebaran hoax dari orang-orang tak bertanggung jawab. Tapi bagi saya ketika itu, ini merepotkan. Lha kalau blog saya isinya opini semua, bagaimana caranya untuk mencantumkan sumber?

Setelah beberapa tulisan saya ditolak karena dianggap tidak memenuhi syarat, akhirnya saya pun menyerah dan meninggalkan UCNews. Mending ngeblog di situs saya sendiri atau membuat tulisan untuk tempat saya bekerja.

Tapi awal tahun ini, entah kenapa, saya tertarik untuk mencoba-coba, sekadar untuk mengetahui: berapa banyak sih penghasilan yang bisa didapatkan lewat UCNews?

Rasa penasaran ini saya dapatkan setelah beberapa teman penulis sepakbola lainnya membagikan tautan tulisan mereka di UCNews di Twitter.

Ternyata ada syarat lain untuk bisa memonetisasi artikel

Saya pun akhirnya mencoba membuka lagi akun UCNews saya. Tapi kemudian, saya menyadari: ternyata untuk bisa memonetisasi artikel, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, salah satunya menjadi lepas dari status ‘kreator pemula’ dan menjadi ‘kreator lanjutan’. Untuk menjadi ‘kreator lanjutan’ pun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, termasuk terkait lama akun (minimal 7 hari), jumlah artikel yang diterima, sampai poin kredit yang penjelasannya agak ribet kalau saya jelaskan di sini.

Itu pun belum cukup. Setelah menjadi kreator tingkat lanjutan, saya juga harus bisa membuat artikel dengan jumlah pembaca mencapai 2000 atau jumlah pembaca artikel-artikel saya dalam sehari adalah 2000. Saya akhirnya bisa mencapai jumlah itu ketika menulis tentang Philippe Coutinho di Barcelona (yang pada akhirnya, view-nya mencapai 13 ribu).

Tapi itupun belum otomatis bisa mendaftar monetisasi. Entah bagaimana, saya selalu tidak bisa mendaftar monetisasi walau sudah berhasil memenuhi syarat. Akhirnya, saya mengadu ke customer service mereka, yang kemudian menjawab bahwa saya seharusnya sudah bisa mendaftar monetisasi dan benar, setelah itu, saya bisa mendaftar monetisasi.

Ribet? Ternyata itu saja saya cukup beruntung.

Hanya dua hari setelah saya mendaftar monetisasi, muncul pengumuman di dashboard akun saya, yang menyebutkan bahwa sekarang ada aturan tambahan: jumlah pengikut Anda minimal mencapai 200. Waduh!

Untung saja saya tidak harus mengumpulkan 200 pengikut. Kalau tidak, saya mungkin akan mengubur dalam-dalam niat saya untuk mencoba-coba sistem monetisasi UCNews ini.

Bisa dimengerti sih. Dengan aturan yang mudah, semakin banyak orang yang akan mendaftar dan semakin sulit bagi mereka untuk mem-filter artikel agar kualitasnya tidak terlalu ambruk. Tapi bagi penulis baru, jelas aturan ini sangat tidak mengenakkan.

Saya sudah beberapa hari sekarang menulis, dengan beberapa artikel sudah saya terbitkan. Lalu bagaimana hasilnya?

Silakan dilihat:

Ternyata ya… monetisasi dari iklan seperti ini hasilnya cuma sedikit! Seorang penulis FFT lainnya yang juga menulis di UCNews beberapa kali juga mengaku memang sulit mengharapkan penghasilan dari monetisasi iklan ini. Ia hanya beberapa kali mendapatkan penghasilan lewat lomba yang digelar oleh UCNews.

Percayalah, setelah melihat hasilnya yang bahkan cuma tiga sen USD setelah menulis beberapa artikel, rasanya semangat langsung hilang. Saya pun akhirnya membatalkan niat saya untuk mencoba menulis secara rutin selama dua-tiga bulan untuk mengetahui seberapa banyak yang bisa didapatkan dari program monetisasi ini.

Saya yakin, pasti ada yang berhasil mendapatkan penghasilan lewat program ini. Seperti banyak orang bisa bekerja secara penuh waktu sebagai Youtuber. Tapi mungkin, ini bukan gaya saya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There are 2 comments for this article
  1. Wisnu Tri Wijaksono at 4:48 pm

    Gan mau stau gak rahasia revisi dari uc news? Saya juga kaget pas coba. Soalnya kesalahan saya yang tidak jelas. Tapi sekarang mudah banget masukin artikel. Asal murut kita tulisan sudah tdk melanggar pasti bisa di terima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *