Menjajal Ramen di Luar Mall: Seirock-Ya

Menjajal Ramen di Luar Mall: Seirock-Ya

Tidak ada mie manapun di dunia ini yang bisa mengalahkan nikmatnya Indomie Goreng pakai telur. Itu adalah satu hukum mendasar kehidupan di dunia dan pada akhirnya, kita, manusia, harus memahaminya.

Tapi setidaknya manusia bisa terus berusaha untuk membuat mie yang bisa memberikan pengalaman yang berbeda dengan Indomie Goreng pake telur, dan saya rasa, Seirock-Ya berhasil menghadirkannya.

Seirock-Ya sebetulnya bukan restoran ramen baru di Jakarta. Mereka, kabarnya, sudah berdiri sejak tahun 2009 lalu dan terus mendapatkan rating yang bagus di situs-situs kurasi kuliner seperti Zomato dan Qraved. Akhir pekan kemarin, setelah bosan karena makan di restoran itu-itu saja dan selalu mencari restoran di dalam mall, akhirnya memutuskan untuk mencoba ramen yang diklaim memberikan pengalaman yang otentik seperti ramen di Jepang ini.

Seirock-Ya Pondok Indah terletak di Jalan Radio Dalam No. 9, sebelah kiri jalan kalau kamu datang dari arah Blok M atau Gandaria, dan sebelah kanan jalan kalau kamu datang dari arah Pondok Indah. Jujur, saya cukup kaget melihat interiornya yang ternyata biasa-biasa saja. Tak ada kesan restoran mewah atau berkelas. Tapi memang yang dijual oleh Seirock-Ya bukan suasana restoran seperti yang dijual oleh kebanyakan restoran atau kafe dewasa ini.

Jualan utama mereka adalah ramen mereka, dan inilah yang membuat restoran ini populer di Jakarta. Saya memesan Toripaitan Ramen Shoyu dengan telur, sementara Anna memesan Toripaitan Ramen Ekstrim Pedas. Mienya enak, dan kuahnya berjenis paitan, sangat kental dan dibuat dari kari ayam. Begitu creamy-nya kuah ramen saya sampai-sampai ketika datang dan dibiarkan beberapa saat (karena pesanan Anna belum datang), bagian atas kuah seperti membentuk lapisan padat.

Ini benar-benar jenis kuah mie yang saya suka: sejak dulu, saya memang selalu menyukai kuah kental. Apalagi telurnya pun tak dibuat 100% matang. Benar-benar enak!

Sementara kuah Ramen Ekstrim Pedas milik Anna benar-benar terasa pedas – apalagi dia sempat meminta tambahan sambal. Oh ya, kuah ramen di Seirock-Ya, konon, dibuat sesuai dengan gaya ramen di Jepang, jadi akan terasa agak asin. Buat saya sih, tidak masalah. Tapi kalau kamu tidak suka terlalu asin, kamu bisa meminta ke pelayan untuk dibuatkan khusus. Kamu juga bisa memilih apakah menggunakan mie tebal atau mie tipis, tak peduli walaupun di menu, Toripaitan Ramen Ekstrim Pedas ditulis menggunakan mie tipis.

Walaupun interiornya sama sekali tak istimewa dan parkirannya penuh batu kerikil, saya tidak kapok datang ke sini. Oh ya, pelayannya ramah-ramah, sebuah nilai plus lainnya.

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *