Suatu hari, ponsel pintar milikmu bergetar. Ternyata sebuah pesan masuk ke ponselmu lewat suatu cara yang entah bagaimana, dan bertuliskan, “Halo, ada seseorang yang membaca ini?” Sang pengirim pesan mengaku bahwa ia adalah seorang pelajar yang ikut dalam perjalanan menuju Tau Ceti IV, sebuah planet di gugusan bintang Cetus, namun karena sebuah insiden, pesawat yang ia tumpangi jatuh di sebuah bulan dan ia hanya selamat sendirian. Apa yang akan Anda lakukan untuk membantunya menyelamatkan diri dan kembali ke bumi?

Itulah premis cerita Lifeline, sebuah permainan berbasis teks yang bisa dimainkan di iOS dan Android. Tugas kita sebagai pemain adalah membantu Taylor, si pelajar yang kebingungan karena ekspedisi pertamanya ke luar angkasa berujung dengan kecelakaan pesawat, untuk menyelamatkan dirinya. Tidak ada narator dalam game ini, karena kita dituntut berhubungan langsung dengan Taylor melalui pesan teks. Kita akan mengikuti perjalanan Taylor dalam bertahan hidup di bulan yang asing itu, dan dalam berbagai kesempatan, kita harus memberikan saran kepada Taylor untuk menentukan pilihan-pilihan yang harus ia ambil.

Lifeline

Target utamanya adalah membuat Taylor bertahan hidup sampai pesawat penyelamat datang untuk membawanya pulang. Ini bukan pekerjaan yang mudah, karena selain karena keanehan-keanehan yang terjadi di bulan tersebut, posisi Taylor sebagai seorang pelajar yang baru pertama kali keluar angkasa tanpa mendapatkan latihan yang cukup membuat game ini menjadi sangat menarik. Satu jawaban atau saran yang kita berikan bisa mengubah jalannya cerita, dan nyawa Taylor menjadi taruhannya.

Ada dua alasan mengapa Lifeline adalah permainan yang sangat menarik. Pertama, ceritanya ditulis dengan sangat baik oleh Dave Justus. Kedua, karena ini bisa dikatakan merupakan game pertama yang memberikan pengalaman bermain lewat notifikasi, karena memang didesain untuk bisa dimainkan di jam tangan pintar (smartwatch) seperti Apple Watch atau Pebble. Pengalaman ini membuat Lifeline menjadi sebuah game yang hidup – kita seperti benar-benar berhubungan dengan Taylor melalui ponsel kita, dan hal ini membuat kita juga merasa perlu berhati-hati dalam memberikan saran untuk sang astronot pemula, dan membuat game ini menjadi cukup menegangkan. Apalagi, Lifeline memainkan jeda yang cukup panjang sehingga membuatnya seperti terjadi secara real-time.

Ada banyak kemungkinan cerita yang berujung pada kematian Taylor dalam permainan ini, tetapi hanya ada dua peluang cerita berujung pada keberhasilan Taylor diselamatkan. Lihat bagaimana bagan cerita yang dibuat oleh 3Minutes Game, pengembang game ini:

Twine node network

Kabarnya, Lifeline akan dikembangkan lagi menjadi Lifeline 2, dengan gaya yang sama namun cerita yang berbeda. Dengan semakin populernya game ini, jangan heran jika akan muncul tren munculnya game-game berbasis teks lainnya dalam waktu dekat. Di tengah kehebohan aspek visual yang menjadi senjata kebanyakan game-game terbaru saat ini, Lifeline menjadi semacam oase segar yang membuktikan bahwa game sederhana yang hanya mengandalkan cerita dan trik psikologis pun bisa merebut perhatian.

Foto utama: The Guardian

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here