Kenapa Saya (Masih) Ngeblog?

Seperti biasanya, sore ini saya agak bingung ingin menulis apa di blog ini. Lalu iseng saya membuka halaman Wikipedia tentang blog, lalu membaca sekilas isi halaman itu, termasuk bagian jenis-jenis blog yang ada di dunia maya saat ini. Membacanya membuat saya berpikir: ‘Untuk apa saya ngeblog?’

Perkenalan saya dengan dunia blog sebetulnya sudah sangat lama. Mungkin sekitar SMP dulu, sekitar tahun 2004-2005an. Saya lupa tepatnya kapan karena saya memang sering sekali berpindah-pindah blog. Ini adalah penyakit saya: inkonsistensi yang berujung pada tidak runtutnya sejarah ngeblog saya sendiri. Saya pernah ngeblog di Blogger di masa-masa jayanya dulu (saya bahkan pernah membeli buku tutorial membuat desain template blogger dan benar-benar membuat template blog saya sendiri, menggunakan HTML dan CSS dasar!), lalu Blogdrive, Tumblr, dan akhirnya WordPress. Yang saya tahu, blog WordPress saya (http://tamankosong.wordpress.com), saya buat pada Agustus 2009, atau awal saya menjadi mahasiswa.

Ini blog WordPress saya!

Saya tidak ngeblog secara reguler. Kadang bahkan ada jeda hingga berbulan-bulan antara satu entri dengan entri berikutnya. Sekali lagi, inkonsistensi jadi penyakitnya. Ini penyakit yang sedang saya coba obati sekarang, seperti yang sebelumnya saya tulis bahwa saya punya niat untuk bisa ngeblog secara reguler, sebisanya setiap hari. Ini usaha yang sulit, karena tidak setiap hari saya bisa menemukan ide tulisan yang bagus untuk saya kerjakan.

Saya juga tidak ngeblog tentang satu isu spesifik. Saya hanya menulis yang ingin saya tulis – terkadang juga saya memposting tulisan yang saya tulis untuk tempat lain. Ini adalah usaha saya untuk merekam jejak tulisan yang pernah saya buat, karena saya punya kebiasaan buruk tidak menyimpan hasil tulisan yang saya buat dalam bentuk arsip digital. Satu lagi penyakit yang buruk, yang pernah membuat saya menyesal berat ketika tulisan-tulisan saya di Bolatotal.com hilang seiring hilangnya situs itu.

Dengan berbagai faktor di atas (tidak terupdate reguler, tidak fokus ke satu topik saja), saya tahu blog ini tidak akan pernah populer. Pembacanya mungkin hanya teman-teman dekat, baik teman-teman yang saya kenal di dunia nyata maupun yang hanya saya kenal di dunia maya, dan mungkin keluarga.

Lalu buat apa saya ngeblog?

Sejak saya mengikuti Warung Blogger (@warung_blogger) di Twitter, saya memerhatikan kalau blogger-blogger sekarang rajin membuat artikel yang berusaha menarik pembaca, misalnya dengan menulis artikel daftar (kamu mungkin bisa menemukan judul-judul seperti 5 Laptop Murah Terbaik atau yang hari ini saya lihat, 5 Destinasi Wisata di Paris) yang memang selalu populer di jagat maya. Tentu saja usaha ini tidak salah. Tapi entah kenapa, saya tidak tertarik membuat artikel click-bait seperti itu untuk blog saya. Lain cerita jika saya membuatnya untuk media lain yang memang fokus ke topik tertentu, misalnya.

Blog ini memang dimaksudkan untuk ‘tempat sampah’ saya, tempat saya menuliskan apa saja yang saya sukai. Saya memang sempat berpikir untuk menulis sesuatu yang mungkin bisa populer agar blog ini lebih banyak dibaca. Tapi belakangan, saya sadari bahwa usaha seperti itu malah membebani saya, dan membuat blog ini ‘melenceng’ dari jalur yang seharusnya.

Kalau membebani, buat apa diteruskan? Begitu yang saya pikir. Teman-teman blogger yang lain mungkin bisa berpendapat berbeda, dan itu sah-sah saja. Tapi buat saya, blog pribadi seperti yang saya miliki ini memang semestinya dibuat untuk kepuasan personal saja.

Saya juga berkaca pada vlog-vlog di YouTube (lagi-lagi berkat Casey Neistat!) yang sempat saya lihat. Saya kira, tak perlu malu mempunyai blog yang sangat personal, yang dibuat seolah ini catatan harian daring yang pada dasarnya mungkin hanya relevan bagi saya pribadi saja. Karena yang personal belum tentu tak menarik – yang ada, sekarang justru sebaliknya, bukan?

Saya jadi ingat Kambing Jantan yang melejitkan Raditya Dika itu. Itu juga blog personal, yang digarap dengan santai, namun toh pada akhirnya tetap menarik, kan?

Kesimpulan yang saya tarik: ngeblog lah karena ingin ngeblog, tanpa perlu takut atau malu dengan tulisan yang kamu buat.

Ingat: blogmu adalah medium personalmu.

(Kecuali itu proyek pribadi yang memang difokuskan untuk suatu topik tertentu…)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

5 COMMENTS

  1. awal2 ngeblog karena ya buat jadi outlet ekspresi/pemikiran.
    belakangan pas review lagi postingan2 yang begitu, kok ya lucu kenapa dulu pernah begitu.

    belakangan masih ngeblog juga meski (makin) jarang. iya, betul karena mungkin sudah ada outlet ekspresi/pemikiran lainnya. pun juga kayanya ya… ada beberapa hal (atau makin banyak) yang dicukupkan untuk diri sendiri aja.

    terkait project, kayanya itu juga salah satu yang masih bikin konsisten ngeblog.

    • “…pun juga kayanya ya… ada beberapa hal (atau makin banyak) yang dicukupkan untuk diri sendiri aja…”

      Persis, Mas! Ini sama banget kayak saya. Makanya belakangan, makin sedikit saya ngetweet, padahal dulu sehari mungkin bisa belasan/puluhan kali ngetweet.

      Mungkin ‘makin dewasa’ bermedia sosial kali ya. Hehehe…

  2. Blog adalah rumah. Terserah rumahnya mau diisi apa. Asal yang nulis puas akan hasil tulisannya, yang penting itu sih. Kalau dirasa membebani, mungkin nulisnya kala banyak kerjaan. Jadi refreshing dulu…cuci mata dulu lihat priceza.co.id siapa tahu ada produk yang nyantol di hati. Kan katanya window shopping bikin bahagia 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here