Penghasilan Hilang Begitu Saja Setiap Bulan? Ini Cara Menghentikannya

Pernahkah Anda merasa penghasilan hilang begitu saja setiap bulan? Jika ya, berarti kita pernah senasib.

Lima tahun yang lalu, saya punya penghasilan yang cukup bagus dari pekerjaan saya sebagai freelance editor. Dengan nilai penghasilan hampir tiga kali UMR dan hidup sendiri, saya punya kesempatan yang besar memiliki situasi keuangan yang bagus karena dengan uang sebanyak itu dan kebutuhan yang tidak terlalu besar, saya mestinya bisa menabung.

Kenyataannya, tabungan saya justru mendekati nihil.

Lalu, ke mana larinya semua uang itu? Saya tidak pernah tahu. Padahal, saya tidak pernah membeli barang mahal. Tidak setiap bulan membeli baju baru. Tidak sedang punya cicilan kendaraan atau bahkan rumah. Saya tidak pernah mengetahui pengeluaran terbesar apa yang saya buat setiap bulannya sampai-sampai penghasilan saya yang lumayan itu habis begitu saja setiap bulan.

Kemudian, empat tahun yang lalu, sebuah musibah terjadi. Tempat kerja saya harus berhenti beroperasi karena suatu masalah. Dengan sisa uang yang seadanya, saya harus bertahan hidup di Jakarta (well, di Depok, sih…) sambil mencari pekerjaan baru. Padahal, sialnya, ketika itu saya sedang mencicil sepeda motor pertama yang saya beli sendiri. Lebih sial lagi, saya hanya mengambil kredit satu tahun sehingga nilai cicilan bulanannya sangat tinggi. Sampai empat kali lipat tarif sewa bulanan kosan saya.

Pada saat itu juga, penyesalan datang: kenapa saya tidak pernah bisa menabung? Kenapa penghasilan hilang begitu saja setiap bulan?

“Tragedi” kehilangan pekerjaan hingga hampir harus menyerah dan meninggalkan Jakarta karena uang tabungan hampir habis itu membuat saya menyadari betapa pentingnya mengatur keuangan. Saya menyadari bahwa menabung adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar, dan harus saya lakukan secara rutin, dengan disiplin.

shutterstock_73870783

Targetnya sederhana saja: saya harus punya dana darurat yang cukup sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi, saya lebih siap dan bisa berjuang lebih lama lagi untuk bisa bertahan.

Hal pertama yang saya lakukan adalah mulai melakukan pencatatan keuangan pribadi.

Saya rasa, ini memang perlu dilakukan oleh semua orang yang ingin memiliki kontrol penuh atas uang yang ia miliki. Dengan melakukan pencatatan, kita dapat selalu mengetahui dan mengingat untuk apa saja uang kita habis, sehingga pada waktu-waktu selanjutnya, kita bisa menekan pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu.

Pencatatan keuangan juga membuat kita bisa memprediksi kapan kita bisa mencapai target tabungan yang diinginkan, memperkirakan kapan kita bisa lebih leluasa membuat pengeluaran, dan mempersiapkan perubahan anggaran di masa depan jika ada kebutuhan besar atau suatu masalah dengan pendapatan bulanan yang akan mengubah cash flow kita.

Melakukan pencatatan keuangan memang terdengar mudah, tetapi pada praktiknya, ternyata cukup sulit. Tantangan utamanya adalah disiplin melakukan pencatatan setiap hari, dan memastikan bahwa semuanya sesuai pada jalur pengeluaran yang sudah dipersiapkan Karena pada kenyataannya, pengeluaran yang kita lakukan seringkali tidak sama dengan yang sudah dipersiapkan. Entah lebih besar, atau lebih kecil. Kalau lebih kecil, ya bagus. Tetapi kalau lebih besar?

Itulah gunanya mencatat keuangan kita. Dengan melakukan pencatatan, kita bisa tahu, seberapa besar pengeluaran kita di satu pos dibandingkan di pos lain. Apakah pengeluaran untuk makan di luar sudah di luar anggaran? Kalau ya, berarti sudah waktunya stop dulu. Tahan dulu hasrat jajan, agar minus anggaran makan di restoran tidak terlalu besar. Dengan melakukan pencatatan keuangan, kita jadi tahu, kapan kita harus berhenti foya-foya biar keuangan tetap sehat.

Anda bisa menggunakan cara apapun untuk melakukan pencatatan keuangan. Sudah cukup banyak aplikasi di smartphone yang membantu penggunanya melakukan pencatatan dan menyusun anggaran keuangan pribadi. Saya sendiri lebih senang membuat cara pencatatan sendiri dan menggunakan spreadsheet seperti Microsoft Excel atau Google Sheets. Dengan aplikasi spreadsheet biasa seperti ini, saya jadi lebih leluasa membuat gaya pencatatan keuangan saya sendiri.

Tetapi jika ingin yang instan dengan menggunakan aplikasi keuangan di smartphone, boleh juga, kok. Apapun caranya, yang terpenting kita nyaman dan bisa disiplin melakukannya.

Nah, sudah siap mencoba melakukan pencatatan keuangan agar tak lagi melihat penghasilan hilang begitu saja setiap bulan?

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here