Perang Cashback OVO vs GO-PAY, Pilih Mana?

Sepanjang pekan lalu, perang cashback OVO vs GO-PAY kembali terjadi, sebagaimana yang terjadi di setiap akhir hingga awal bulan dalam beberapa bulan terakhir. Bagi banyak orang, termasuk saya, tentu ini adalah kesempatan bagus untuk bisa membeli hal-hal yang kita inginkan. Terutama untuk makanan dan minuman yang jadi sajian utama promo cashback dua fintech ini.

OVO dan GO-PAY memang masih terus gencar “membakar uang” mereka untuk memberikan berbagai promo agar konsumen terus menggunakan aplikasi dompet elektronik mereka. Imbasnya, perang cashback pun terjadi. Mungkin harapannya, dengan semakin terbiasanya konsumen menggunakan kedua produk tersebut, konsumen akan menjadi begitu mengandalkan keduanya untuk melakukan berbagai pembayaran. Hal yang, mungkin, bisa saja sukses dalam jangka panjang.

Saya sendiri merupakan pengguna kedua platform ini. Saya sudah menceritakan kenapa saya akhirnya menggunakan OVO dalam postingan sebelumnya, sementara GO-PAY sudah saya gunakan lebih lama karena saya juga menggunakan aplikasi GO-JEK. Sebagai pengguna kedua dompet elektronik ini, saya pun memanfaatkan berbagai promo yang dilakukan keduanya, termasuk promo gajian alias Pay Day yang mereka gelar setiap periode gajian.

Lalu, mana sebetulnya yang memberikan program terbaik dalam perang cashback kedua platform? Mari kita kupas plus-minusnya

+ Pilihan merchant lebih banyak
+ Cashback langsung masuk ke saldo utama
+ Merupakan trendsetter promo Pay Day yang sekarang ramai

– Persentase cashback lebih kecil
– Nilai maksimal cashback bisa berbeda-beda di tiap merchant
– Rata-rata hanya menawarkan satu kali cashback/merchant/periode

GO-PAY mungkin bisa dibilang merupakan penggagas promo Pay Day yang sekarang berubah menjadi ajang perang cashback ini. Pada awalnya, cashback GO-PAY ini bahkan begitu “fenomenal” sampai-sampai beberapa merchant bisa begitu ramai dan penuh dengan antrian karena promo ini.

GO-PAY pun punya keunggulan karena cashback-nya langsung masuk ke saldo utama, bukan poin. Bagi sebagian besar orang, skema ini lebih sederhana dan benar-benar terasa menguntungkan. GO-PAY juga punya keunggulan dalam hal jumlah merchant yang berpartisipasi dalam program ini. Pada promo Pay Day minggu lalu, bahkan toko buku daring Periplus.com pun ikut jadi peserta.

Namun, dari sisi persentase cashback dan nilai maksimumnya, program cashback GO-PAY lebih rendah dari pesaingnya. Dengan cashback 50% dan maksimal nilai cashback umumnya hanya Rp 20 ribu (nilai maksimal ini berbeda di beberapa merchant – ada merchant yang nilai maksimal cashback-nya sedikit lebih tinggi daripada OVO), GO-PAY masih kalah jika dibandingkan dengan OVO.

Limit cashback ini juga menjadikan promo di beberapa tempat yang harga produknya tinggi menjadi tidak terlalu istimewa: bayangkan Anda membeli buku senilai 300 ribu, tapi hanya mendapat potongan Rp 20 ribu walaupun embel-embel promo 50%. Selain itu, karena syarat dan ketentuan di beberapa tempat berbeda, konsumen juga harus rajin melihat situs gopaypayday.com agar tidak kecele saat hendak melakukan transaksi.

+ Persentase cashback lebih besar
+ Nilai cashback dan syarat ketentuan hampir sama di semua merchant (pengecualian hanya untuk beberapa servis seperti Tokopedia, bukan merchant offline)
– Jumlah merchant terbatas
– Cashback dalam bentuk poin, bukan kembali ke saldo utama

Secara kasat mata, OVO menawarkan persentase cashback yang lebih besar daripada GO-PAY, yakni 60%. Namun tentu saja ada batasan jumlah cashback-nya: konsumen hanya bisa mendapat maksimal cashback Rp 30 ribu/transaksi dan maksimal Rp 60 ribu/merchant/periode. Artinya, jika ingin mendapatkan cashback maksimal, Anda harus bertransaksi tepat Rp 50 ribu/transaksi dan Anda bisa melakukannya dua kali di satu merchant.

Berbeda dengan GO-PAY, OVO menerapkan syarat dan ketentuan yang hampir sama di semua merchant. Artinya, Anda akan tahu pasti bahwa maksimal nilai cashback saat bertransaksi di Re-Juve atau di Yoshinoya (salah dua merchant peserta promo bulan lalu) akan sama saja, jadi tak perlu repot mengecek setiap kali hendak bertransaksi.

Ini tentu menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi pengguna OVO. Sayangnya, jumlah merchant peserta promo ini memang jauh lebih terbatas daripada GO-PAY. Selain itu, bagi sebagian besar orang, bentuk cashback dalam bentuk poin terlihat tidak terlalu mengesankan dibanding cashback langsung ke saldo utama.

Apalagi, pemahaman bahwa poin OVO bisa digunakan untuk berbagai transaksi langsung (dengan aturan 1 OVO point = Rp 1), masih kurang tersosialisasi.  Beberapa hari lalu, misalnya, saya masih menemukan tweet yang menyebut cashback Tokopedia yang dalam bentuk OVO Point tidak berguna karena tidak bisa digunakan. Padahal, sebetulnya OVO Point bisa digunakan untuk membayar belanjaan Anda baik di merchant offline maupun di Toped.

Mana yang Terbaik?

Kedua promo platform dompet digital ini punya plus-minusnya masing-masing, dan setiap orang pun punya preferensinya sendiri dalam perang cashback yang terjadi di antara keduanya. Promo GO-PAY saya rasa masih lebih menarik bagi banyak orang – sebagaimana beberapa rekan kerja saya masih belum menggunakan OVO meski mereka sudah menggunakan GO-PAY. Tetapi bagi saya pribadi, cashback OVO lebih menarik daripada promo cashback GO-PAY.

Pertama adalah pertimbangan bahwa promo Pay Day OVO menerapkan syarat dan ketentuan yang sama di semua merchant offline, sehingga saya tidak perlu repot melihat syarat dan ketentuan masing-masing merchant. Ini tidak terjadi pada GO-PAY, yang menerapkan syarat dan ketentuan yang berbeda di banyak merchant, sehingga jumlah cashback yang bisa didapatkan konsumen pun berbeda-beda. Hal ini tentu membuat transaksi dan “perburuan cashback” di OVO menjadi lebih simpel.

Kedua, tentu saja alasan persentase cashback yang lebih besar, 60% berbanding 50%. Selain itu, batasan nilai cashback di OVO pun rata-rata lebih besar daripada GO-PAY – hanya beberapa merchant GO-PAY yang menawarkan nilai maksimal cashback di atas Rp 20 ribu, dan lebih sedikit lagi yang nilai cashback-nya lebih besar daripada OVO (salah satu contohnya, Excelso menawarkan cashback 50% dengan nilai maksimal Rp 35.000). Apalagi, konsumen bisa mendapatkan cashback dalam dua kali transaksi per merchant per periode promo, berbeda dengan di GO-PAY yang hanya menawarkan satu kali cashback per merchant selama periode promo.

Ketiga, saya sama sekali tidak keberatan dengan konsep OVO Points. Meski dengan konsep begini, berarti Anda tidak benar-benar mendapatkan potongan harga langsung – dan hanya mendapatkan poin yang lebih banyak – tetapi karena OVO Points bisa digunakan untuk berbagai macam transaksi, konsep cashback di OVO ini jadi bukan masalah sama sekali.

Justru yang menarik dari konsep cashback OVO ini adalah Anda menjadi seperti “menabung cashback” – karena cashback yang Anda dapatkan terkumpul dalam bentuk poin, Anda bisa mengumpulkannya hingga cukup banyak, lalu dengan mudah bisa digunakan.untuk berbagai macam transaksi.

Sebagai contoh, baru-baru ini saya berhasil mengumpulkan OVO Points hingga 1 juta (hasil mengumpulkan cashback secara offline maupun online selama empat bulan), lalu semuanya saya habiskan untuk membayar tagihan listrik dua rumah sekaligus. Berbagai “perburuan cashback” yang saya lakukan jadi seperti terasa manfaatnya, berbeda dengan konsep cashback langsung yang akan lebih terasa seperti potongan harga.

Itu, tentu, menurut saya. Kalau menurut Anda, mana yang terbaik dari perang cashback kedua platform ini?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here