Rekomendasi Akhir Pekan: #3

Rekomendasi Akhir Pekan: #3

Rekomendasi Akhir Pekan berisi artikel, buku, film, musik, video, atau apapun yang saya konsumsi selama sepekan terakhir yang ingin saya rekomendasikan untuk mengisi akhir pekanmu. Kamu juga bisa merekomendasikan apapun yang menarik di kolom komentar!

Saya sangat senang berbagi hal-hal yang sedang saya senangi ke orang lain (baca: memaksa orang agar ikut suka juga), entah itu film, lagu, atau buku. Saya yakin kebanyakan dari kita mungkin seperti itu. Karena saya butuh medium untuk menyalurkannya, saya pikir mungkin akan menarik untuk menuliskannya secara reguler setiap akhir pekan di blog ini. Dan karena saya cukup malas menulis panjang-panjang (meski mengaku blogger), rasanya lebih pas jika rekomendasi-rekomendasi tersebut dijadikan satu postingan saja. Jadilah muncul ide postingan ‘Rekomendasi Akhir Pekan’ yang (rencananya) akan saya tulis di setiap hari Sabtu atau Minggu.

Dan pekan ini saya ingin merekomendasikan….

ARTIKEL

  • Welcome to Uberville | The Verge: Spencer Woodman mengunjungi Altamonte Springs, sebuah kota satelit kecil di Florida yang melakukan kerja sama dengan Uber untuk menyediakan transportasi publik dengan sistem ride-sharing. Ada banyak kontroversi terkait langkah ini, meskipun di sisi lain, bekerja sama dengan Uber dan startup transportasi lainnya menjadi pilihan menarik bagi kota-kota kecil di seluruh Amerika, yang mulai menjajaki sistem seperti ini. Saya merangkum artikel ini di sini.
  • Uberworld | The Economist: Masih tertarik untuk membaca lebih jauh soal ambisi jangka panjang Uber? Artikel The Economist ini mungkin menarik untuk dibaca.
  • With the iPhone 7, Apple Changed the Camera Industry Forever | The New Yorker: Di luar masalah ketiadaan ‘colokan’ headphone yang kontroversial, Apple membuat terobosan yang menarik dalam hal kamera iPhone 7. iPhone memang selalu unggul daripada ponsel pintar lainnya dalam hal kamera, tetapi keberadaan lensa-ganda dan chip pemrosesan yang jauh lebih baik, Apple benar-benar selangkah lebih jauh daripada produsen ponsel pintar lainnya.
  • Competing with iPhone’s specs is harder than it seems | The Verge: iPhone memang hampir selalu kalah dalam hal spesifikasi dari ponsel-ponsel Android, tapi mereka memang tak perlu spesifikasi tinggi untuk membuat para penggunanya nyaman. Vlad Savov, senior editor The Verge, menjelaskan alasannya.
  • White Riot | Vox: Donald Trump sebetulnya bukan fenomena baru: sejak 1980an, para politisi kanan jauh mulai muncul dan dalam dua tahun belakangan, mereka mendapatkan momentum untuk merebut pemerintahan. Lalu mengapa orang-orang bersimpati pada kaum yang umumnya xenofobia ini? Ternyata penyebabnya bukan faktor ekonomi. Zack Beauchamp, jurnalis Vox.com, melihat jurnal-jurnal penelitian tentang hal ini dan menjelaskannya dalam artikel sepanjang lebih dari 8000 kata. Peringatan: bacaan panjang.
  • PON Sebaiknya Ditiadakan | Beritagar: PON Jawa Barat 2016 menciptakan banyak kontroversi: mulai dari wasit yang dianggap memihak, peraturan yang tak adil, sampai insiden keributan atlet polo air yang, kabarnya, melibatkan oknum tentara. PON telah gagal, tulis redaksi Beritagar, dan indikasi kegagalan itu sudah sangat jelas terlihat.

BUKU

  • The Science of Interstellar – Kip Thorne: Oh, akhirnya saya menyelesaikan buku ini! Entah kapan saya mulai membacanya – mungkin akhir tahun 2014 lalu – tapi begitu lama saya tinggalkan sampai bulan Juli lalu saya memutuskan untuk membacanya kembali. Buku ini memberikan penjelasan saintifik tentang semua kejadian di dalam film Interstellar yang disutradarai oleh Christopher Nolan. Kip Thorne sendiri merupakan fisikawan yang membantu Nolan dalam penggarapan film ini. Thorne berusaha menjelaskan fenomena lubang cacing hingga gargantua dengan sesimpel mungkin, dan bukunya memang ditujukan untuk para penyuka Interstellar yang tak memiliki latar belakang ilmu pasti (seperti saya, misalnya). Secara keseluruhan, ini buku yang bagus, dan menjelaskan dengan sangat baik, tapi sesimpel apapun Kip berusaha menjelaskannya, sains tetaplah sains dan seringkali ia membingungkan. Saya harus melongkap beberapa bagian karena tak paham-paham…

SERIAL TV

  • W – The Two Worlds (drama Korea): Saya baru menonton dua episode pertama (oke, ini agak telat…) tapi… sejauh ini, drama ini kelihatannya menarik! Benar-benar berbeda dengan drama lainnya, W bercerita tentang ahli bedah Oh Yeon-joo (diperankan oleh Han Hyo-joo), yang mempunyai ayah seorang kartunis terkenal bernama Oh Sung-moo yang sedang berusaha menyelesaikan serial kartun berjudul W. Suatu hari, sang ayah menghilang, dan Yeon-joo masuk ke dunia W ketika sedang mencari sang ayah…
  • Two Days, One Night (variety show Korea): Saya sebetulnya pernah menonton Two Days, One Night season 3 sejak mereka pertama kali ditayangkan, tapi ketika itu, saya tidak merasa variety show ini menarik ketika menonton episode pertamanya. Belakangan, ketika Running Man terasa semakin membosankan, saya mulai menonton acara ini lagi, dan ternyata mereka benar-benar lucu. Tak heran jika rating mereka begitu tinggi.

MUSIK

  • Jatuh Hati – Raisa: Saya tentu saja sudah mendengar lagu ini sejak album ‘Handmade’ dirilis, tapi baru-baru ini saya akhirnya menyadari betapa bagusnya lagi ini. Selain suara Raisa yang luar biasa, liriknya pun, menurut saya, sangat-sangat bagus.

‘Ku terpikat pada tuturmu, aku tersihir jiwamu
Ter
kagum pada pandangmu, caramu melihat dunia
Ku harap kau tahu bahwa ku terinspirasi hatimu
Ku tak harus memilikimu tapi bolehkah ku selalu di dekatmu’

  • Holup! – Bobby: Lagu ini terdengar aneh pada awalnya, tapi semakin sering didengarkan, lagu ini semakin menyenangkan. Tentu saja karena gaya rap Bobby yang kasar dan penuh energi, yang membuatnya sangat berbeda dengan ‘rivalnya’, Mino. Sampai kapanpun, Bobby >> Mino.

  • Perfect Illusion – Lady Gaga

GIF

MEME

Foto utama: Kip Thorne via Wired

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *