Review digibank by DBS: Alternatif Bank Digital yang Lebih Aman (?)

Apakah digibank layak untuk dicoba?

Kalau menyebut digital banking di Indonesia saat ini, digibank by DBS adalah salah satu yang pasti langsung teringat. Bersama dengan Jenius, tabungan digital dari BTPN, digibank adalah salah satu produk perbankan digital yang populer banget, karena berbagai keuntungan yang ditawarkan. 

Enggak heran, lumayan banyak orang juga yang jadi penasaran sama produk perbankan digital punya DBS ini. Apalagi, digibank juga sering dibanding-bandingkan dengan Jenius. Mana yang lebih bagus? Mana yang lebih aman? Dua pertanyaan itu biasanya jadi yang paling sering ditanyakan.

Sebagai pengguna digibank selama hampir setahun terakhir, saya akan mereview pengalaman menggunakan digibank selama ini. Review ini akan dibagi menjadi tiga bagian: yang saya suka dari digibank, yang tidak saya suka, dan juga kesimpulan apakah digibank perlu kamu coba juga.

PROS: yang Saya Suka dari digibank by DBS

1. Pendaftaran Tanpa ke Kantor Cabang Bank

Kartu Debit digibank by DBS
Gambar: dbs.id

digibank, sebagaimana produk perbankan digital lainnya, berusaha untuk mengaplikasikan masa depan perbankan: mempermudah nasabah dengan tak perlu datang ke kantor cabang bank untuk membuka rekening. Cukup pakai smartphone, lalu janjian dengan perwakilan bank di tempat yang kamu mau.

Saya membuka rekening digibank di pertengahan tahun 2019 lalu. Saya melakukan pembukaan rekening lewat aplikasi digibank, lalu dihubungi oleh pihak DBS lewat telepon untuk membuat janji temu. 

Saya kemudian bertemu dengan perwakilan DBS di kantor lama saya di Jati Murni No. 1. Janji temu ini, pada dasarnya, hanya untuk merekam tanda tangan dan fingerprint (kalau saya tak salah ingat). Setelah itu, rekening jadi dibuat dan kartu pun dikirimkan ke alamat yang diinginkan.

Tagline yang tertera di situs DBS jadi sesuai lah: “Branchless, Paperless, Signatureless”.

2. Gratis 5x Tarik Tunai di ATM Manapun + Gratis Transfer Antar Bank

Seperti Jenius, digibank by DBS juga menerapkan fitur gratis transfer antar bank, walau terbatas bagi pemilik rekening dengan saldo rata-rata sebulan di atas Rp 1 juta. Sementara untuk tarik tunai di ATM bank lain dibatasi hanya sampai 5x dalam satu bulan. Yah cukup lah untuk keadaan darurat.

Soalnya jujur saja, buat saya, bank digital seperti digibank atau Jenius memang tidak pernah saya jadikan sebagai rekening utama untuk melakukan berbagai transaksi perbankan atau menyimpan uang untuk kebutuhan sehari-hari. Saya lebih memanfaatkannya untuk menggunakan berbagai keuntungan yang diberikan seperti bunga tinggi, gratis transfer, atau gratis ambil uang di ATM manapun saat enggak bisa menemukan ATM bank yang kita pakai.

3. Ada Tabungan Maxi dengan Bunga 4% per Tahun

Seakan gak mau kalah dengan Jenius yang punya Flexi Saver, digibank ternyata juga punya fitur serupa mulai tahun ini: Tabungan Maxi. Sifatnya sama: Tabungan Maxi pada dasarnya adalah tabungan yang diset untuk memarkir uang mengendap kita, yang bisa digunakan kapan saja, tak seperti Deposito yang ada jangka waktu.

Bunganya pun cukup tinggi, sampai 4% per tahun. Enggak seperti deposito, tidak ada minimal jumlah uang yang harus disimpan untuk mengaktifkan Tabungan Maxi. Kamu simpan Rp 100 ribu di sana pun bisa aja.

Update: Bunga Tabungan Maxi akan berubah mulai Januari 2021 nanti menjadi 3% per tahun.

Yang unik dari Tabungan Maxi adalah nomor rekeningnya berbeda dengan nomor rekening utama kita. Agak beda dengan Flexi Saver yang fiturnya tertanam di dalam rekening kita. Saya belum pernah coba sih, tapi mungkin aja kamu bisa langsung transfer ke Tabungan Maxi dari rekening non-DBS untuk menabung di Tabungan Maxi, tanpa harus transfer ke rekening utama digibank kamu.

4. Beberapa Fitur Lain yang Mungkin Menarik

Beli SBN lewat digibank
Ilustrasi pembelian SBN lewat digibank (Gambar: dbs.id)

Kalau kamu pengguna kartu kredit DBS, di dbs kamu juga bisa melakukan berbagai pengaturan yang tentunya memudahkan. Berdasarkan pengalaman saya di BCA, fitur pengaturan kartu kredit lewat mobile BCA sangat membantu sih, dari cek saldo sampai meminta peningkatan limit.

Selain itu, juga ada fitur pembayaran di dalamnya, dan termasuk juga top-up saldo e-wallet seperti OVO dan Go-pay.

Oh, kamu juga bisa membeli Surat Utang atau Obligasi juga lewat digibank!

CONS: Yang Saya Tidak Suka dari digibank by DBS

1. Aplikasinya Sering Error

Meski saya sudah memiliki rekening digibank sejak tahun lalu, baru sejak awal tahun ini saya mulai serius mencoba berbagai fiturnya, sejak mulai terganggu dengan lemotnya aplikasi Jenius dan kasus pembobolan yang dialami beberapa orang. Masalahnya, awal-awal saya menggunakan digibank, ternyata aplikasinya malah lebih sering error ketimbang Jenius!

Serius, ini menyebalkan banget sih. Bahkan pernah, bukan sampai beberapa jam lagi, tapi seharian penuh saya tidak bisa menggunakan aplikasi. Untungnya, akhir-akhir ini aplikasinya sudah semakin lebih baik, dan enggak error sesering dulu. Tapi tetap saja, ini salah satu yang bikin saya turn off di awal menggunakannya.

2. Pengoperasian yang Kurang Intuitif

Spending Tracker di aplikasi digibank
Gambar: dbs.id

Salah satu alasan yang bikin saya suka Jenius adalah UI/UX-nya oke dan intuitif – saya bisa langsung mengerti dan hapal harus ke mana (sebelum akhirnya berubah seperti sekarang karena penambahan berbagai fitur). Sayangnya, digibank berbeda.

Secara visual, sebenernya enggak ada masalah dengan digibank. Kelihatan sleek, enak dipandang dengan dominasi warna oranye. Tapi jujur, pengoperasiannya sempat (dan kadang, masih) bikin saya bingung.

Sebagai bad reviewer, saya enggak bisa bener-bener menjelaskan seperti apa kekurangannya. Yang bisa saya bilang sih, sejak awal menggunakan, saya selalu merasa kurang nyaman menggunakannya.

3. Top-Up Gopay dan OVO Kena Biaya

Ini adalah salah satu alasan lain kenapa saya masih belum menggunakan digibank sesering Jenius. Kalau Jenius kita bisa top-up Gopay dan OVO tanpa kena biaya, sialnya, di digibank ada biaya yang dibebankan.

Menurut halaman Biaya dan Limit ini, top up Gopay lewat fitur Biller Bayar & Beli dikenakan biaya Rp 2.000, sementara top up OVO dikenakan biaya Rp 1.500.

Untuk Gopay, ada alternatif cara top up lewat digibank agar gratis biaya, yaitu dengan transfer ke CIMB Niaga (Kode Bank 022) + 2849 + nomor handphone yang terdaftar di Gojek. Metode ini bikin kamu seolah transfer dana ke rekening virtual Gopay kamu di CIMB Niaga, dan seharusnya bisa gratis dengan fasilitas gratis transfer digibank. Cuma, ya memang lebih ribet aja sih.

Kesimpulan: digibank Bisa Jadi Alternatif Jenius-mu

Password di aplikasi DBS
Gambar: dbs.id

Dengan Jenius yang akan mengenakan biaya mulai Januari nanti sebesar Rp 10 ribu/bulan sementara performanya masih sering bermasalah, digibank bisa jadi alternatif buat kamu yang ingin pindah haluan. UI dan UX-nya memang enggak sebagus Jenius, fiturnya pun enggak selengkap rekening digital populer tersebut, tapi setidaknya sejauh ini belum ada isu atau masalah keamanan yang besar di digibank.

Keberadaan Tabungan Maxi yang hadir tahun ini juga bisa jadi alasan penting buat kamu yang selama ini memarkir sebagian besar tabungan pasif kamu di Jenius demi bunga besar. Apalagi, bunga Jenius pun saat ini sudah turun ke angka 3%, mengikuti perubahan Suku Bunga acuan dari Bank Indonesia. digibank saat ini masih menerapkan bunga 4% untuk Tabungan Maxi, sebelum berubah menjadi 3% mulai Januari nanti.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here