Review: Mengapa Saya Akhirnya Menggunakan Jenius

Review: Mengapa Saya Akhirnya Menggunakan Jenius

Kini, saya menggunakan Jenius sebagai salah satu rekening bank utama saya. Ini alasan mengapa saya akhirnya berpaling ke Jenius – lebih dari satu tahun setelah memiliki rekeningnya.

Saya sudah mengetahui Jenius sejak produk ini pertama kali diluncurkan oleh BTPN, terutama karena Jenius memang berusaha keras mengambil awareness anak-anak muda Indonesia dengan menggunakan banyak buzzer media sosial. Tetapi saya tidak benar-benar tertarik pada produknya, karena ketika itu, saya belum benar-benar memahami digital banking dan juga memang malas menambah produk keuangan lagi untuk digunakan karena saya merasa punya dua rekening bank saja sudah cukup ribet.

Saya baru benar-benar tertarik pada Jenius setelah, lewat pekerjaan baru saya, saya mendapatkan brief kampanye Jenius di tempat saya bekerja dan harus mempelajari produknya. Ketika mempelajari produk itulah saya akhirnya mengetahui kelebihan-kelebihan Jenius yang bahkan sampai membuat saya merasa excited karena saya merasa ini adalah produk perbankan yang selama ini saya cari-cari.

Oh ya, saya sendiri sudah memiliki rekening Jenius sejak lebih dari setahun yang lalu, ketika suatu hari di Gandaria City, saya dicegat oleh salah satu sales-nya dan diajak membuka rekening. Entah apa yang ada dalam pikiran saya, ketika itu saya mau-mau saja membuka rekening baru, walau kemudian saya tidak pernah menggunakannya sama sekali… hingga tahun 2018 ini.

Ada beberapa alasan mengapa saya menyukai Jenius. Mari kita bahas satu per satu.

Semua Aktivitas Keuangan Bisa Dilakukan Lewat Smartphone

Sejak bekerja kantoran per Mei 2018 lalu, saya tidak lagi bebas untuk bisa pergi ke bank seperti dulu. Kalau dulu saya bisa meluangkan waktu untuk pergi ke dua kantor cabang bank yang saya gunakan di Gandaria City, sekalian ngegym atau ngopi, sekarang waktu bebas saya sangat terbatas untuk bisa pergi ke bank. Nah, Jenius memberikan jalan keluar buat saya.

Dengan menggunakan Jenius, saya bisa membuka deposito atau tabungan berjangka dengan sangat mudah lewat smartphone. Tinggal pindahkan uang di saldo utama ke tabungan berjangka atau deposito, selesai. Untuk transfer dalam jumlah besar ke bank lain juga sangat mudah: Jenius menyediakan limit hingga Rp50 juta per transaksi untuk transfer ke rekening bank lain, dengan limit maksimal per hari mencapai Rp100 juta.

Ini sangat membantu ketika harus memindah-mindahkan uang, seperti misalnya baru-baru ini ketika saya harus mengirim uang titipan ibu saya hingga Rp25 juta ke rekening Ibu yang ada di bank lain. Sebelumnya, untuk melakukannya saya harus pergi ke bank karena rekening bank utama saya sebelumnya hanya mengizinkan transfer hingga Rp15 juta per hari ke bank lain via aplikasi mobile.

Oh, apalagi…

Gratis Kirim Uang ke Rekening Bank Lain dan Ambil Uang di ATM Bank Lain

Ini adalah sebuah anugerah bagi orang yang paling malas kehilangan Rp6.500 ketika harus mentransfer uang ke rekening bank yang tidak saya miliki. Ini terutama berguna karena Ibu saya memiliki rekening di bank yang berbeda, padahal saya harus mentransfer beliau setiap bulan.

Fasilitas gratis ambil uang di ATM bank lain juga sangat-sangat berguna karena dengan menggunakan Jenius, saya bisa tidak perlu berpikir panjang lagi ketika saya tidak menemukan ATM bank yang saya punya rekeningnya.

Memang ada limit gratis kirim uang dan ambil uang ini, tetapi 25x sebulan itu sudah cukup banget kok. Untuk bulan Juli ini saja, misalnya, saya masih punya 21x jatah gratis kirim uang ke bank lain. Padahal ini sudah tanggal 25.

Bisa Dipakai Sebagai Pengganti Kartu Kredit

Urusan penggunaan kartu kredit untuk belanja online adalah urusan yang cukup pelik. Saya hanya memiliki satu kartu kredit tambahan dari tante, dan kartu ini tidak selalu bisa digunakan untuk belanja online – terutama di situs-situs belanja yang membutuhkan konfirmasi dari bank penerbit.

Pernah ada masa ketika saya mencoba fitur Debit Online salah satu bank yang saya gunakan, tetapi entah kenapa saya selalu gagal menggunakannya. Jenius punya solusinya dengan fitur e-card, yang bisa digunakan untuk belanja online sebagai pengganti kartu kredit karena memiliki CVC-nya sendiri. Hal ini membuat saya bisa menggunakan Jenius ketika hendak berlangganan produk online seperti Netflix dan Spotify atau belanja online yang hanya bisa dibayar dengan kartu kredit seperti di Book Depository.

Fitur e-card ini mirip-mirip seperti kartu E-Money yang biasa kita gunakan untuk bayar tol atau bayar parkir: kamu harus top-up dana terlebih dahulu agar bisa digunakan. Imbasnya, kamu tidak perlu merasa khawatir rekening jebol jika ada sesuatu yang tidak diinginkan karena kartu ini tidak akan bisa digunakan kalau tidak ditop-up terlebih dahulu.

Bisa Menabung dengan Bunga Besar

Jika tabungan biasa umumnya hanya memberikan bunga tak sampai 1% per tahun untuk tabungan yang saldonya kecil, Jenius punya fitur Flexi Saver yang memberikan bunga hingga 5% per tahun. Melihat bunganya yang begitu tinggi, saya membayangkan Flexi Saver layaknya deposito yang super fleksibel, yang bisa ditop-up dan ditarik kapanpun dibutuhkan, dan tidak ada jangka waktu khusus. Flexi Saver seperti tabungan di dalam tabungan – kamu juga harus memindahkan saldo utamamu ke Flexi Saver untuk menggunakan fitur ini.

Karena Flexi Saver juga, saya biasanya memindahkan hampir seluruh saldo utama saya ke Flexi Saver dan saya baru akan memindahkannya kembali ke saldo utama ketika perlu mengirim uang atau membayar sesuatu.

Bingung? Begini, misalnya saya memindahkan uang saya ke Jenius sebesar Rp5 juta setiap bulan dari rekening bank utama saya (yang menjadi rekening untuk menerima gaji). Uang itu kemudian akan langsung saya pindahkan ke Flexi Saver agar mendapatkan bunga yang lebih besar, dan membiarkan saldo utama saya kosong sama sekali.

Kemudian suatu hari, saya ingin membeli tiket nonton dengan Jenius. Dengan saldo utama yang kosong, kartu debit Jenius saya tentu tidak bisa digunakan. Tetapi saya bisa dengan mudah memindahkan Rp150.000 dari Flexi Saver ke saldo utama, agar saya bisa membayar tiket nonton yang saya beli.

Jadi, saya saldo utama biasanya hanya akan saya isi ketika memang ada keperluan membayar sesuatu, baik menggunakan kartu debit atau lewat layanan online (misal, mengisi saldo Go-pay), sementara sisa dana lainnya akan saya masukkan ke Flexi Saver. Dengan trik seperti itu, saya bisa mendapatkan bunga yang besar setiap bulannya.

Jenius Merupakan Produk Perbankan, Bukan Pihak Non-Bank

Financial Techonology alias fintech memang berkembang pesat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dengan semakin banyaknya produk dari start-up yang dimaksudkan untuk menggantikan peran bank konvensional. Tetapi salah satu keraguan yang sering muncul ketika hendak menggunakan produk fintech adalah: apakah perusahaan pemilik produk cukup kuat untuk memastikan produk tidak akan “runtuh” dan merugikan konsumen?

Saya juga memiliki keraguan seperti itu sebetulnya, apalagi dengan Jenius, kita tidak mendapatkan buku tabungan atau bukti fisik sejenis sebagai bukti bahwa kita adalah pemilik rekening tersebut. Tetapi yang membuat saya cukup percaya pada Jenius ketimbang produk fintech lainnya adalah Jenius merupakan produk perbankan sebuah bank nasional. Kepastian yang bisa diberikan tentu saja lebih besar ketimbang produk fintech dari start-up yang modalnya tidak sekuat bank.

Tentu saja di balik semua kehebatannya yang membuat saya akhirnya menggunakannya sebagai salah satu rekening bank utama saya, ada beberapa hal yang masih perlu ditingkatkan Jenius. Dari kecepatan akses aplikasi yang masih cukup lambat, hingga fitur pembayaran yang masih jauh dari lengkap. Dengan segala perkembangan yang terjadi di arena fintech saat ini, Jenius mesti terus berkembang agar tidak tertinggal, misalnya menerapkan pembayaran lewat QR Code seperti yang sudah dilakukan beberapa produk fintech ternama misalnya Go-pay dan T-Cash.

Meski begitu, sejauh ini saya bisa katakan bahwa saya sangat puas menggunakan Jenius, sambil terus berharap mereka akan terus meningkatkan layanannya semakin baik lagi. Dan seperti biasa, ketika saya menyukai sebuah produk, saya akan dengan sangat bersemangat merekomendasikannya ke semua orang. Karena itu, saya juga bisa memastikan bahwa ini bukan postingan berbayar, kok! 😂✌

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There are 7 comments for this article
    • ekkyrezky Author at 7:06 am

      Iyes itu istilahnya Cashtag. Tapi bukan ke nomor rekening sih, lebih ke sebagai substitusi nomor rekening yang bisa dipakai kalau ada pengguna jenius lain mau kirim uang ke jenius kita. Biar lebih gampang ingetnya gitu.

  1. Edo at 7:24 pm

    Biaya2 bulanannya biasanya mencakup apa saja dan berapaan ya? Terutama kalau kita pakai fitur2 tambahan seperti flexi saver, dll

  2. Pingback: Jenius - Experience Banking Reinvented

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *