Review Sennheiser HD 4.40 BT: Wireless Headphone dengan Desain Keren

Apa yang Anda pikirkan saat pertama kali melihat Sennheiser HD 4.40 BT? Kalau saya, yang pertama terlintas adalah: SO DOPE!

Salah satu keunggulan Sennheiser HD 4.40 BT memang desainnya yang benar-benar simpel namun keren. Ini adalah satu dari tiga headphone Sennheiser yang memiliki desain yang mirip; Sennheiser HD 4.40 BT sendiri merupakan penerus dari HD 4.30 yang masih menggunakan kabel, dan merupakan versi murah dari HD 4.50 BTNC yang merupakan wireless headphone dengan noise-cancelling.

BACA JUGA: Membeli Gadget Mahal, Layakkah Harga yang Dibayar?

Yup, perbedaannya dengan HD 4.50 hanyalah bagian noise-cancelling tersebut. Dari sisi desain, hampir tidak ada perbedaan, pun demikian dari sisi suara (setidaknya itu yang saya ketahui). Perbedaan harganya sendiri sekitar Rp 500 ribu.

Sennheiser HD 4.40 BT sendiri saat ini masih dijual dengan harga sekitar Rp 2 juta di beberapa toko daring audio ternama. Kalau mau mengimpornya dari US, Anda mungkin bisa mendapatkan harga yang jauh lebih murah – di Amazon, harganya sekarang hanya sekitar USD 99.95 atau sekitar Rp 1,4 juta.

Jadi apakah HD 4.40 ini sepadan dengan harga yang masih tinggi tersebut? Untuk menjawabnya, saya akan mendaftar apa saja hal-hal yang saya suka dan tidak sukai dari HD 4.40 ini:

1. Desainnya benar-benar keren

Sejak melihat Tom Hansen menggunakan headphone berwarna hitam polos di (500) Days of Summer, saya selalu ingin memiliki satu headphone berwarna hitam polos. Obsesi itu baru kesampaian akhir tahun lalu ketika akhirnya membeli Sennheiser HD 4.40 BT. Dari segi desain, headphone ini memang keren banget.

Agak berbeda dengan headphone milik Tom, HD 4.40 memiliki desain over-ear headphone, yang artinya akan menutup seluruh daun telinga Anda. Sekilas, memang jadinya terlihat begitu besar, tapi karena saya memiliki kepala yang besar, HD 4.40 cocok untuk saya.

Warnanya yang menggunakan hitam doff bikin headphone ini benar-benar terlihat cool. Desainnya yang sangat simpel juga membuatnya bergaya namun tak mencolok. Tak banyaknya embel-embel Sennheiser di tubuh headphone – tidak seperti, misalnya, Audio-Technica yang punya logo besar di kanan dan kiri headphone – juga membuatnya terlihat lebih keren.

2. Baterainya juara

Jika ada satu hal yang benar-benar bikin saya heran dari headphone ini, itu adalah baterainya. Selama hampir enam bulan memilikinya, mungkin bisa dihitung dengan jari berapa kali saya mengisi daya. Satu kali mengisi daya sampai penuh bisa membuat Anda menggunakan headphone hingga puluhan jam. Bagi saya yang tidak selalu menggunakannya, saya bisa menggunakannya hingga lebih dari seminggu.

3. Bluetooth yang bagus

Perihal koneksi Bluetooth yang bagus di HD 4.40 ini baru saya sadari setelah seminggu terakhir menggunakan Samsung Galaxy Buds (yang mungkin akan saya review juga nantinya). Paling terasa, terutama, saat saya di kantor: sekali waktu, saya pernah iseng membiarkan handphone tetap di meja kerja, sementara saya berjalan ke pantry untuk mengambil air minum sambil tetap menggunakan HD 4.40. Hebatnya, hubungan bluetooth tetap terjaga, dong. Wow.

Oke, memang ada sedikit gangguan, tetapi bukan sesuatu yang besar. Sebagai perbandingan, ketika kemarin saya melakukan hal yang sama dengan Galaxy Buds, saat saya keluar ruangan sedikit dengan total jarak mungkin sekitar 10 meter saja, hubungan bluetooth terganggu dan putus. Hal itu tidak pernah saya alami dengan HD 4.40. Inilah yang membuat saya lebih mengapresiasi kualitas bluetooth di HD 4.40.

4. Earpads tebal dan nyaman

Sennheiser HD 4.40 BT memiliki earpads yang tebal. Hal ini tentu menambah kenyamanan dalam menggunakan headphone ini. Sebagai perbandingan, saya mencoba Audio-Technica M50x BT milik salah seorang teman, dan earpads-nya mungkin hanya setengah dari ketebalan earpads HD 4.40.

Tetapi earpads yang tebal ini ternyata sedikit berimbas pada salah satu hal yang tidak saya sukai dari HD 4.40. Dan inilah daftarnya:

1. Kuping akan hangat jika digunakan terlalu lama

Dampak dari earpads yang tebal dan desain over-ear yang tertutup adalah: jika digunakan terlalu lama, area telinga akan terasa hangat dan Anda mungkin akan berkeringat di area itu. Well, ini memang salah satu kekurangan menggunakan over-ear dan closed-back headphone sih. Mau tak mau, Anda harus membukanya setiap satu atau dua jam sekali untuk membiarkan area telinga Anda bernapas.

Lagipula, demi kesehatan telinga Anda, memang sebaiknya penggunaan headphone atau earphone tidak dilakukan terus menerus sih. Setidaknya, soal ini ada hikmahnya tersendiri.

2. Audio yang belum terlalu memuaskan

Oke, ini bagian yang terpenting dari sebuah headphone: apakah audionya bagus? Secara keseluruhan, HD 4.40 sebetulnya tidak mengecewakan banget. It’s quite good, but that’s it. Membandingkannya dengan M50x yang memiliki harga yang sama dan punya reputasi yang mentereng sebagai salah satu (jika bukan yang nomor satu) headphone terbaik hingga saat ini, jelas tidak bisa dilakukan. M50x memiliki sound separation yang begitu bagus dan suara yang begitu jernih – sebaliknya, sound separation di HD 4.40 tidak terlalu oke dan suaranya relatif warm.

Treble-nya cukup bagus, bass-nya tidak terlalu over tapi tetap masih terasa. Jika Anda mencari sound, HD 4.40 sepertinya bukan pilihan yang tepat.

3. Tidak ada hardcase bawaan

Oke, ini mungkin terlalu muluk. Mengharapkan hardcase dari headphone bluetooth seharga Rp 2 juta ya memang muluk. Tapi apa salahnya berharap, kan?

Dari Sennheiser sendiri, HD 4.40 hanya dibekali dengan satu kantong kain untuk penyimpanan. Agak rentan untuk membawanya ke mana-mana tanpa hardcase, apalagi jika Anda memang biasa memasukkannya secara sembarangan ke tas. Untungnya, bodi HD 4.40 cukup kokoh walau dari plastik.

Jadi itulah empat hal yang saya suka dan tiga hal yang saya tidak suka dari Sennheiser HD 4.40 BT setelah menggunakannya selama hampir enam bulan. Kesimpulannya, headphone ini mungkin cocok bagi Anda yang:

  1. Mencari headphone bluetooth dengan harga yang masih terjangkau namun punya desain keren
  2. Bukan audiophile yang butuh sound sempurna, yang penting baterainya awet dan bluetoothnya bagus.

Apakah Anda termasuk dalam dua kategori di atas? Jika ya, Sennheiser HD 4.40 BT cocok untuk Anda.

Temukan semua artikel terkait teknologi di #BlogTamanKosong di sini

Catatan: Saya menjual HD 4.40 milik saya di Bukalapak karena sudah memiliki Galaxy Buds. Jika tertarik untuk memilikinya, silakan kunjungi lapak saya tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here