Tentang Battle of the Bastards

Tentang Battle of the Bastards

Game of Thrones musim keenam mendekati puncaknya ketika Jon Snow dan Ramsay Bolton bertemu di Battle of the Bastards. Ini adalah pertarungan akbar antara dua tokoh yang menjadi simbol dua kutub paling ekstrem di serial ini; Jon Snow adalah protagonis terbesar yang masih hidup, sementara Ramsay adalah Ramsay – sebusuk-busuknya tokoh lain di GoT, tak ada yang menyamai level kegilaan “anak haram” Lord Roose Bolton ini.

Ini juga pertarungan yang megah, dan terbesar di sepanjang pembuatan serial yang diadaptasi dari seri novel A Song of Ice and Fire garapan George R.R. Martin. Sudah banyak adegan perang yang terjadi di serial ini, tetapi tidak ada yang mengalahkan skala produksi Battle of the Bastards.

Tapi yang paling mengagumkan betapa detailnya pertempuran ini digambarkan.

Perang ini benar-benar memperlihatkan segalanya: jebakan psikologis Ramsay yang sangat Ramsay, taktik perangnya yang brilian, kelemahan Jon Snow yang tereksploitasi (padahal Sansa sudah memperingatkannya…),  hingga masalah minimnya persiapan dan pengetahuan perang kubu House of Stark.

Detail itu juga terlihat dari penggambaran perang yang seperti melibatkan penonton di dalamnya: highlight utama dari perang ini, tidak diragukan lagi, adalah ketika sutradara Miguel Sapochnik mengambil gambar Jon yang seperti kebingungan di tengah pertempuran yang baru dimulai dengan long take. Kamera mengikuti tubuh Jon yang limbung di tengah pusaran peperangan, dan membuat penonton seolah juga berada di medan perang, tak jauh dari Jon sang komandan.

Bagian kedua yang juga menarik adalah ketika pasukan Jon terkepung barikade infantri pasukan Bolton yang membentuk formasi phalanx. Bukan hanya memperlihatkan minimnya pengetahuan perang pasukan Jon yang sebagian besar terdiri dari para wildlings, tapi juga menunjukkan bagaimana ketika naluri dasar mereka untuk bertahan hidup muncul: bahkan Tormund yang selama ini membela Jon saja sampai melarikan diri dari formasinya dan (sepertinya) berteriak “We’re going home!

Lalu kekacauan pun terjadi. Everyone for himself. Mengingatkan saya pada “Flare Hare Whistle” milik Kanki Army di manga Kingdom (baca chapter 450 untuk lebih jelasnya).

Itu adalah adegan yang sangat manusiawi. Dan bagaimana seorang komandan seperti Jon bisa diabaikan (bahkan nyaris terbunuh oleh pasukannya sendiri) seperti itu seakan memperlihatkan bagaimana kondisi riil di medan perang: bahwa dalam kondisi seperti itu, tak ada pilihan selain lari, apalagi jika komandanmu tak benar-benar mengerti taktik/seni berperang (You know nothing, Jon Snow!).

Pada akhirnya semua kecerdikan Ramsay itu dikalahkan oleh pemikiran realistis ala Sansa – yang menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan bantuan Littlefinger, bahkan meski ia mungkin sangat membenci lelaki yang sangat mencintai ibunya itu. Ini juga merupakan momen penting. Kita seolah diperlihatkan bagaimana Sansa Stark sudah benar-benar berubah dan ditempa oleh kerasnya usaha untuk bertahan hidup selama enam musim serial ini berjalan. Selain itu, ini juga menjadi momen penting bagi Winterfell dan Game of Thrones secara keseluruhan: tokoh paling antagonis dalam serial ini akhirnya mati, dan Winterfell milik Stark lagi, setidaknya untuk sementara waktu.

Kehadiran Petyr Baelish jelas akan membuat situasi politik di North menjadi lebih menarik. Dengan status Jon sebagai anak haram dan Sansa adalah seorang perempuan (sementara anak laki-laki legal Stark tinggal satu yang masih hidup dan ia jauh di utara Westeros), peluang Baelish untuk menjadi Warden of the North jelas sangat besar. Lewat perkawinan politik, ia bisa melakukannya, dan bukankah ia memang sudah mencoba mendekati Sansa di musim kelima lalu? “I thought you knew what I wanted,” jawab Baelish ketika ditanya Sansa dalam preview finale season ke-6 yang sudah dirilis HBO. Ah, ini akan menarik…

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There are 2 comments for this article
  1. Billy at 11:21 pm

    dan… Petyr Baelish kembali sebagai tokoh antagonis utama yang selalu hidup sampai akhirnya ke Iron Throne (mungkin?).
    politisi terhebat — meski memang, amat sangat menyebalkan.

    anyways, besar harapan agar Jon Snow bisa jadi Stark tulen. mungkin nanti kalo Daenerys jadi Ratu di Iron Throne. mungkin juga dengan klaim Houses of the North yang kembali menggaungkan King on the North. sesuai diskusi di malam sebelum pertempuran antara Tormund & Davos “Jon is not a king.” >< "He WAS NOT."
    belum lagi masih ada Melissandre yang somehow di-keep untuk terus ada di series ini.

    tapi beberapa pertanyaan muncul sih dari eps ini:
    1. Gimana riwayatnya House Umber? Secara Smalljon keliatannya mati(?), dan relatives-nya hampir abis bukan?
    2. Selain Mormont & wildling, siapa lagi di sisi Jon Snow? Kayanya liat sigil-nya Renly Baratheon (tanduk rusa doang) atau itu Hornwood? (yang ga ditampilin/disebut di eps sebelumnya)
    3. Ke mana House Manderly? Juga Houses of the North bakal support? Masih ada House Umber (kalo generasinya ga abis), House Karstark (nasibnya mirip Umber nih), House Hornwood (kalo sigilnya ternyata Baratheon), House Cerwyn, House Reed (aslinya Meera & Jojen), House Glover, & beberapa House kecil lainnya. terkecuali Bolton, yang udah abis generasinya.
    4. Siapa yang disebut enemies oleh Jon ke Sansa di preview eps. 10? Mudah2an bukan Lannisters — yang secara alami nampaknya jadi musuh bebuyutan sesuai cerita yang beredar di Essos. Mudah2an juga bukan Grey — yang justru seharusnya jadi sasaran dendam Sansa karena Red Wedding. Kemungkinan terbesar sih justru dari Kings Landing, kecuali…. Daenerys keburu menaklukkan Tommen, Cersei, & Jaime.
    5. Statusnya Bran, kalo dia udah bisa pulang lagi ke Winterfell. Secara, dia masih barengan Benjen (or the Cold Hands) — yang secara mitos ga bisa pulang ke Southern of the Wall.

    *duh komen kepanjangan*

    • ekkyrezky Author at 7:47 am

      Mas Bil, saking panjangnya, komentarnya baru selesai saya baca…

      Eh serius mas merhatiin banget ya. Saya gak hapal setengah dari yang mas sebutin. Cuma Karstark doang yang apal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *