Tentang Parfum dan Kisah Hidup Seorang Maniak

Tentang Parfum dan Kisah Hidup Seorang Maniak

Perfume adalah sebuah novel yang menceritakan tentang Jean-Baptiste Grenouille, seorang anak yang ditelantarkan sejak bayi dan memiliki sebuah bakat yang tak ada duanya: kemampuan penciuman di atas rata-rata manusia biasa. Bakatnya ini menuntunnya untuk menjadi ahli parfum berbakat, yang memulai kariernya dengan memanfaatkan insting dan indera penciumannya, dan menumbuhkan obsesi untuk menciptakan parfum terbaik di sepanjang sejarah manusia.

Dan, seperti bisa dibayangkan dari judul bukunya, untuk membuatnya, ia harus membunuh manusia lainnya.

Sekilas, dari membaca sinopsis buku saja, novel ini sudah bisa ditebak inti ceritanya. Tentang tokoh yang sangat berbakat tetapi sakit jiwa karena obsesi besarnya untuk menciptakan parfum terbaik dalam kehidupan manusia. Tetapi, meski inti ceritanya memang seperti itu, ada hal lain yang juga ditawarkan oleh novel ini dan membuatnya bisa sangat terkenal.

Memang, Perfume adalah novel tentang seorang maniak. Tentang kehidupan seorang manusia berbakat, seorang one of a kind. Tentang obsesinya yang membuatnya menjadi pembunuh dingin.

Tetapi ia juga menceritakan tentang pencarian jati diri, tentang bagaimana Grenouille mencari kedamaian yang hakiki di tempat terjauh, tentang cara berpikirnya yang benar-benar tak lazim, dan tentang ketakutan terbesar dalam hidupnya, yang berasal dari kelemahan terdalam dari bakatnya yang di luar biasa.

Bahkan jika Anda membayangkan bahwa 263 halaman buku ini dipenuhi dengan cerita pembunuhan terus menerus, bersiaplah untuk kecewa: karena meski berjudul “The Story of a Murderer”, kisah pembunuhan hanya mengambil porsi yang sangat sedikit dari keseluruhan buku.

Ini memang bukan novel baru: Perfume pertama kali diluncurkan pada 1985. Saya sudah mengetahui novel ini sejak SMA, ketika novel ini diangkat ke layar lebar. Tapi sinopsis dan judul yang terlalu menggambarkan betul inti cerita membuat saya tak pernah tertarik untuk membacanya.

Saya baru membacanya tahun ini karena menemukan cetakan barunya dengan halaman cover yang menarik (“Don’t judge book by its cover!” katanya…), dan karena harga novel ini adalah salah satu yang termurah yang ada di Kinokuniya.

Alasan yang sangat receh memang.

Tapi saya terkesan membaca novel ini, karena Patrick Suskind, sang penulis, berhasil membuat para pembacanya seringkali harus bertanya-tanya: apa yang akan dilakukan Grenoulle selanjutnya? Kegilaan apa lagi yang akan ditawarkan? Pembaca juga akan dikejutkan dengan perubahan gaya bercerita yang terjadi di paruh akhir buku, bagaimana klimaks cerita terjadi, dan bagaimana Suskind mengakhiri kisah tentang kegilaan Grenouille dengan kegilaan yang tak terbayangkan.

Novel gila yang layak dibaca.

Perfume: The Story of a MurdererPerfume: The Story of a Murderer by Patrick Süskind
My rating: 4 of 5 stars

View all my reviews

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *