The Hard Thing About Hard Things: Dari (Mantan) CEO untuk Para (Calon) CEO

The Hard Thing About Hard Things: Dari (Mantan) CEO untuk Para (Calon) CEO

Saya meminjam foto di atas dari Twitter @ematrix_expert. Sangat ingin membuat foto sendiri seperti di review buku saya sebelum-sebelumnya, sayangnya, saya membaca buku ini di eBook.

“Enak ya jadi CEO, jadi bos, tinggal suruh-suruh aja gaji besar.”

Mungkin kamu pernah mendengar ada orang yang berkata seperti itu. Atau mungkin kamu sendiri pernah berpikir seperti itu. Saya sendiri pernah berpikir seperti itu, ketika melihat bos-bos berjas dengan jam tangan super mahal dan mobil mewah masuk ke sebuah restoran fine dining dengan penuh percaya diri. Konon katanya, 90 persen kekayaan di dunia dikuasai oleh 1 persen orang-orang seperti mereka, dan tentu saja hal ini membuat kita bergumam: enaknya!

Tapi seringkali kenyataannya tidak seindah yang kita bayangkan. Ben Horowitz mengajarkan itu dalam bukunya yang berjudul The Hard Thing About Hard Things. Horowitz, yang saat ini berstatus sebagai pendiri kapitalis ventura (venture capitalist) Andreesen Horowitz,  tidak hanya mengajarkan banyak hal tentang menjadi CEO perusahaan startup di Sillicon Valley sana, tetapi juga menceritakan pengalamannya sebagai CEO Loudcloud dan Opsware sejak 1999 hingga 2007. Pengalamannya memimpin dua perusahaan yang sama namun berbeda itulah yang menjadi sumber pembelajaran baginya, yang kemudian ia tuangkan dalam buku setebal 304 halaman ini.

Loudcloud dan Opsware memang bukan perusahaan sebesar Apple, Google, Microsoft, dan lainnya, tetapi kemampuan Horowitz membawa keluar perusahaannya dari berbagai krisis untuk mencapai puncak tertinggi mereka, ketika Opsware dijual dengan harga $1,65 milyar AS, menjadikannya sebagai salah satu sosok yang menonjol di Silicon Valley. Tulisan-tulisannya di blog kemudian dibaca jutaan orang, dan ia pun dianggap sebagai management guru.

Bukan tanpa alasan jika tulisan-tulisannya disukai banyak orang. The Hard Thing About Hard Things mungkin merupakan buku yang direkomendasikan oleh beberapa situs sebagai salah satu buku yang wajib dibaca oleh para calon MBA, tetapi secara keseluruhan ini adalah buku yang bisa dinikmati oleh siapa saja, awam sekalipun. Horowitz pintar dalam bercerita, menunjukkan apa-apa saja yang menjadi pelajaran dari pengalamannya, dan memberikan contoh yang mudah dimengerti ketika menuliskan tips-tips penting untuk menjadi CEO startup yang sukses.

Saya yang tidak mempunyai latar belakang ilmu ekonomi, manajemen, atau bisnis sekalipun bisa menikmati buku ini – meski dalam berbagai bagian, ada hal-hal yang sangat teknis yang tidak dijelaskan secara gamblang oleh Horowitz. Pembaca yang memiliki pengetahuan ilmu ekonomi dan bisnis, saya kira, akan bisa lebih memahami beberapa masalah dan contoh yang ia berikan di buku ini, dan mungkin akan membuat mereka bisa lebih menikmati buku ini lebih jauh lagi.

Ini bukan buku bisnis/manajemen pertama yang saya baca – sebelumnya saya pernah membaca Zero to One dari Peter Thiel – tapi sepertinya ini adalah yang paling saya sukai sejauh ini.  Zero to One adalah buku yang bagus – pria yang mendukung Donald Trump dan menjadi pembicara di Konvensi Partai Republik dua minggu lalu itu menekankan pentingnya ide baru yang belum pernah dilakukan oleh siapapun dalam membangun bisnis, tapi kisah-kisah dari Horowitz terasa lebih menghibur, lebih menarik. Hanya, ya itu tadi, beberapa aspek teknis dalam kisah Horowitz membuat saya sering bingung.

Oh ya, jangan kaget jika sebagian besar bab di buku ini dimulai dengan lirik lagu-lagu hiphop. Kamu bisa membaca penjelasan mengapa ia memasukkannya di bagian pendahuluan buku.

Di bawah ini adalah review saya di Goodsread.

The Hard Thing About Hard Things: Building a Business When There Are No Easy AnswersThe Hard Thing About Hard Things: Building a Business When There Are No Easy Answers by Ben Horowitz
My rating: 3 of 5 stars

Ben Horowitz memadukan cerita pengalaman, pelajaran yang ia ambil selama menjadi CEO, dan pelajaran-pelajaran penting yang bisa ia berikan untuk pembacanya – semuanya dirangkai dengan baik dan membuat orang awam pun bisa menikmati buku ini.

Sayangnya ada cukup banyak aspek teknis dalam cerita-ceritanya selama menjadi CEO Loudcloud dan Opsware, terutama saat membahas krisis-krisis yang yang ia hadapi di dua perusahaan tersebut. Mereka yang sedikit lebih memahami aspek bisnis dan ekonomi (misalnya, tentang stock split dan apakah hal itu merupakan sesuatu yang negatif atau positif bagi perusahaan) semestinya bisa lebih memahami buku ini, dan menikmatinya.

Buku yang sangat bagus untuk mereka yang ingin memulai bisnis startup – atau bermimpi menjadi CEO…

View all my reviews

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *