7 Tips Menjaga Keamanan Tabungan Jenius Anda

Apakah Jenius aman?

Jujur saja, pertanyaan itu lumayan sering ditanyakan pada saya setelah saya menulis tentang alasan saya menggunakan tabungan Jenius BTPN pada 2018 lalu. 

Dalam artikel tersebut, memang sudah disebutkan bahwa salah satu alasan saya yakin menggunakan Jenius adalah karena ini merupakan produk perbankan, yaitu BTPN, bukan badan keuangan non-bank. Meski begitu, tetap saja enggak sedikit orang yang ragu untuk menggunakan Jenius. Wajar, sih.

Apalagi, sudah ada beberapa thread pengaduan soal masalah keamanan di Jenius yang viral di media sosial, terutama Twitter. Let’s be honest here: saya pribadi pun sempat merasa khawatir dengan keamanan tabungan saya di Jenius. Terlebih jumlahnya enggak kecil.

Kenapa Saya Tetap Menggunakan Jenius

Meski agak khawatir dan ragu, hingga saat ini saya masih tetap menggunakan Jenius seperti biasanya: sebagai medium menabung, dan memanfaatkannya untuk transfer antar bank (termasuk top-up e-wallet seperti OVO dan Gopay) secara gratis.

Selain itu, saya juga masih sering menggunakannya untuk melakukan pembayaran produk online dengan menggunakan fitur e-card sebagai pengganti kartu kredit. Hal ini utamanya saya lakukan saat harus melakukan pembayaran di e-commerce atau website yang masih saya ragukan keamanannya, tapi hanya menerima pembayaran dengan kartu kredit.

Mengapa saya tetap menggunakan Jenius? Simpel saja: hingga saat ini, belum ada satupun produk tabungan digital dari bank lain di Indonesia yang bisa menyaingi semua fitur Jenius. Untuk urusan fitur, Jenius memang belum ada tandingannya.

Toh, selama 2 tahun menggunakan Jenius, saya tidak pernah (dan semoga tidak akan pernah) punya masalah apapun. Hanya soal aplikasi yang lambat atau malah error sama sekali, tapi itupun masalah yang biasa dialami oleh pengguna Jenius. Malah, masalah ini relatif udah jarang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Bisa dibilang, aplikasi Jenius sudah semakin stabil.

Tips Agar Tabungan Jenius Tetap Aman

Meski saya memang bukan internal Jenius atau Bank BTPN sehingga tidak mengetahui pasti aspek keamanan tabungan Jenius. Saya ingin share beberapa prinsip yang saya gunakan untuk menjaga agar tabungan Jenius saya tetap aman. Mungkin ini bisa menjadi tips bagi anda agar tabungan Jenius anda tetap aman dari berbagai masalah yang tidak diinginkan.

Tips Menjaga Keamanan Tabungan Jenius Anda

  1. Gunakan e-card untuk transaksi online
  2. Gunakan kartu tambahan (x-card) untuk bertransaksi offline
  3. Pindahkan tabungan ke Flexi Saver atau Maxi Saver
  4. Gunakan kata sandi atau password yang rumit
  5. Aktifkan fingerprint login
  6. Atur Autentikasi Transaksi
  7. Pastikan hanya smartphone/tablet milik kamu saja yang ada di “Perangkat yang Terdaftar”

1. Gunakan E-Card untuk Transaksi Online

Salah satu fitur Jenius yang membuat saya tertarik banget memakai tabungan dari BTPN ini adalah e-card. E-card adalah fitur kartu elektronik (non-fisik) yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pembayaran untuk transaksi online. Karena memiliki CVV, e-card bisa digunakan sebagai pengganti kartu kredit saat bertransaksi online.

E-card sendiri bukan “kartu kredit virtual” ya, tetapi pre-paid card. Artinya, kamu harus mengisinya dengan saldo terlebih dahulu sebelum bisa digunakan. Misalnya kamu hendak melakukan pembayaran Spotify sebesar Rp 49.900 dengan e-card Jenius, artinya kamu harus top up dulu saldo e-card minimal sama dengan jumlah tagihan, agar bisa terbayarkan.

Kalau enggak ada saldo? Ya enggak bisa dipakai. Inilah yang membuat e-card relatif aman digunakan untuk transaksi online, bahkan di e-commerce atau website yang sistem keamanan dalam menjaga data kartu kredit pelanggan meragukan. Soalnya, meskipun seandainya (amit-amit!) data e-card kita (termasuk nomor kartu, nama di kartu, CVV, dan tanggal kadaluarsa kartu) dimiliki orang, orang tersebut tidak akan bisa menggunakan e-card Jenius kita, selama e-card tidak ada isi saldonya.

Oleh karena itu, pastikan kamu hanya mengisi saldo e-card ketika hendak melakukan pembayaran. Jika ada sisa saldo setelah melakukan transaksi online, langsung kembalikan saldonya ke kartu utama/ke tabungan kamu lagi.

Dengan saldo e-card Jenius yang selalu kosong ketika tidak digunakan, orang yang tidak bertanggung jawab tidak akan bisa memanfaatkannya.

2. Gunakan X-Card untuk Transaksi Offline

Selain kartu utama yang kamu dapatkan setelah membuat tabungan Jenius, kamu sebenarnya bisa meminta kartu debit tambahan yang disebut x-card. Prinsip x-card sendiri mirip dengan e-card: kamu harus mengisi saldonya untuk bisa menggunakannya bertransaksi. Tak ada saldo, ya kartu tidak bisa digunakan.

Kalau kamu khawatir banget dengan jenis kejahatan skimming, kamu bisa menggunakan x-card untuk bertransaksi offline, atau menggunakannya untuk mengambil uang di ATM. Seperti e-card, pastikan kamu hanya mengisi saldonya ketika x-card akan digunakan, dan kosongkan ketika sedang tidak digunakan. Lalu nasib kartu utama, gimana? Ya simpan saja di rumah.

3. Pindahkan Tabungan ke Flexi Saver atau Maxi Saver

…atau, kamu bisa menggunakan tips ketiga ini: pastikan saldo utama selalu kosong jika tidak akan digunakan, dengan memindahkan SEMUA uang tabungan kamu di Jenius ke Flexi Saver atau Maxi Saver. Tapi perlu diingat ya, sementara uang kamu di Flexi Saver bisa dipindahkan ke saldo utama kapan saja, kalau Maxi Saver adalah produk deposito di Jenius, artinya enggak bisa kamu pindahkan seenaknya. 

(Tentu kecuali kamu ikhlas enggak dapat bunga, karena hak bunga Maxi Saver kamu akan gugur ketika Maxi Saver kamu dibatalkan dan saldonya dikembalikan ke saldo utama). apa-apa enggak dapat bunga sama sekali.)

Nah, tips ketiga ini yang selalu saya gunakan sejak awal memiliki tabungan Jenius dari BTPN. Meski awalnya cara ini saya pakai karena saya ingin memaksimalkan potensi bunga dari Flexi Saver, saya menyadari bahwa hal ini juga punya aspek positif lainnya, yaitu memperkecil potensi tabungan disedot penjahat ketika akun Jenius kamu diretas.

Pasalnya, dari thread-thread kasus keamanan Jenius yang saya perhatikan, biasanya yang disedot penjahat adalah saldo utama. Hal ini bisa jadi karena kartu utama Jeniusnya sudah terkompromi. Misalnya karena digunakan untuk bertransaksi online di situs yang tidak aman, atau misalnya dihubungkan dengan produk online seperti Paypal.

4. Gunakan kata sandi atau password yang rumit

Seperti prinsip keamanan semua akun pribadimu di dunia digital, pastikan kamu juga menggunakan kata sandi alias password yang rumit! Biasanya, sangat disarankan agar password kamu memiliki huruf besar, huruf kecil, angka, simbol khusus (misalnya underscore _ atau malah tanda seru !), dan jumlah karakternya 8 atau lebih.

Susah menghapalnya? Kamu bisa memanfaatkan aplikasi Password Manager atau memiliki buku catatan sendiri berisi daftar password semua akun kamu di dunia maya. Tapi catatan di sini disarankan yang dibuat secara fisik ya (di atas kertas), bukan di aplikasi seperti Google Keep, Evernote, atau lainnya. Sebab, tetap aja ada potensi akun aplikasi catatan kamu diretas orang, kan?

5. Aktifkan Fingerprint Login

Fingerprint Login Jenius

Hampir semua smartphone keluaran baru sekarang sudah memiliki fitur keamanan fingerprint reader. Selain untuk membuka kunci layar smartphone, kamu juga bisa mengaktifkan fitur keamanan fingerprint login di Jenius. Selain akan mempermudah kamu untuk login, tentunya fitur ini juga bisa membantu kamu menambah lapisan keamanan di akun Jenius kamu.

6. Atur Autentikasi Transaksi dengan Nilai yang Kecil

Fitur Keamanan Aplikasi Tabungan Jenius

Pada bagian keamanan di akun Jenius kamu, kamu juga bisa mengatur jumlah saldo yang akan mengaktifkan autentikasi transaksi. Artinya, jika transaksi yang yang dilakukan di jumlah yang kamu atur (misalnya Rp 100.000) atau lebih, Jenius akan meminta kamu memasukkan password untuk autentikasi transaksi.

Jadi misalnya kamu ingin transfer uang Rp 100.000 atau lebih, kamu akan harus memasukkan password untuk autentikasi transaksi. Merepotkan memang, apalagi kalau password akun Jenius kita rumit. Tapi hal ini akan menambah layer keamanan di akun Jenius kamu, jadi sepadan dengan repotnya!

7. Atur “Perangkat yang Terdaftar” di Tabungan Jenius Kamu

Perangkat yang Terdaftar Aplikasi Tabungan Jenius

Tips ketujuh untuk menjaga agar tabungan Jenius kamu tetap aman adalah dengan mengecek secara berkala “Perangkat yang Terdaftar” kamu. Terutama bagi kamu yang sering gonta-ganti hape, hal ini harus diperhatikan banget! Jangan sampai ternyata akun Jenius kamu masih terdaftar di smartphone lama yang sudah kamu jual. Hal ini akan membuat orang (yang memiliki hape lama kamu) punya potensi untuk masuk ke akun kamu yang masih terdaftar di hapenya.

Baru-baru ini, saya bahkan baru sadar kalau dua smartphone lama saya masih terdaftar sebagai perangkat saya di Jenius! Saya pun buru-buru menghapus keduanya dan menjadikan smartphone yang saya gunakan sekarang sebagai perangkat utama. Untungnya, belum ada masalah yang timbul gara-gara hal ini.

Punya tips lain untuk menjaga keamanan tabungan Jenius? Share di kolom komentar!

Itulah 7 tips menjaga keamanan tabungan Jenius, yang juga saya terapkan saat ini. Punya tips lainnya? Jangan ragu untuk membaginya di kolom komentar. Feel free juga untuk share artikel ini ke teman-temanmu yang masih bertanya: apakah Jenius aman?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here