Tulis, Apapun Itu

Tulis, Apapun Itu

Beberapa hari yang lalu, kawan baik saya yang sekarang tinggal di Jepang, Mahar Nirmala, tiba-tiba mengirim pesan lewat Facebook chat. Dia mengomentari saya yang sekarang masih aktif menulis (atau lebih tepatnya, baru-baru ini aktif lagi) di blog, sesuatu yang dulu sering ia lakukan ketika kuliah di UGM dan di Korea Selatan, tapi mulai dilupakan. Lantas dia berkata kalau dia juga ingin ngeblog lagi, tapi tak tahu harus menulis apa.

Dan begini jawaban saya:

“Tulis apapun: apa yang kamu baca, apa yang kamu lihat, apa yang kamu pikirkan. Orang mau baca atau nggak mah urusan nanti. Apalagi kamu di Jepang, pasti ada banyak yang menarik yang gak bisa ditemuin di Indonesia.”

Serius, ketika kamu mempunyai kesempatan untuk tinggal di luar negeri, seharusnya itu menjadi kesempatan untukmu menulis atau berbagi lewat medium apapun tentang segala hal yang kamu temui di luar negeri. Melihat negeri orang lewat mata kepala sendiri, lalu menceritakannya kepada kawan-kawan di Indonesia, karena tidak semua (termasuk saya) beruntung bisa merasakan pengalaman itu.

Dan ngeblog memang tidak perlu harus dipacu oleh ingin dibaca orang atau semacamnya (tentu saja kita ingin tulisan saya dibaca oleh orang, tapi ini seharusnya bukan jadi patokan apakah kita untuk menulis atau tidak). Dorongan itu seharusnya datang dari diri sendiri bahwa saya ingin menulis, saya ingin berbagi, dan saya ingin bercerita. Seperti yang saya tulis di postingan bulan lalu.

Setelah chat itu, Mahar benar-benar mengaktifkan blognya lagi. Bahkan ia sudah menulis dua tulisan baru dalam dua hari terakhir. Silakan kunjungi blognya di sini: https://maharnirmala.wordpress.com/

Hore!

 

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *