W: Two Worlds dan Cerita yang Tak Pernah Berhenti Memberi Kejutan

Korea sudah melihat banyak drama yang berlandaskan fantasi selama bertahun-tahun terakhir: dari kisah tentang seorang gadis yang jelmaan rubah berekor sembilan (My Girlfriend is a Nine-Tailed Fox), kisah dua pria yang tertukar jiwa ketika kecelakaan (Big), sampai seorang alien yang hidup beratus-ratus tahun di bumi (My Love from the Star).

Karenanya, bukanlah mengherankan jika fantasi berikutnya yang diangkat ke naskah drama adalah tentang dua dunia, di mana dunia komik (manhwa) benar-benar ada, dan seluruh fantasi yang diciptakan oleh pengarangnya memiliki dunianya sendiri yang benar-benar hidup. W adalah drama yang mengambil tema ini.

Tema tentang kehidupan dunia paralel tentu saja bukan hal baru. Juga tentang dunia komik yang ternyata betul-betul ada. Serial TV/film/kartun tertentu, pastilah sudah mengambil tema ini sebelumnya. Tapi hal yang sama sepertinya belum pernah diangkat ke serial drama di Korea. Dan karenanya, W: Two Worlds pun menjadi menarik untuk diikuti.

Alasan itu jugalah yang membuat saya tertarik menonton drama ini. Selain memang populer dengan dua bintang utama yang sangat terkenal, W membawa tema yang tak lazim, dan diangkat dengan sangat baik. Penceritaan yang bagus, ditambah dengan efek animasi yang digarap dengan luar biasa membuat W disukai oleh sebagian orang. Tapi daya tarik utamanya bukan di sana: yang membuat W ini terasa sangat berbeda dari drama lainnya adalah twist-nya yang selalu hadir di setiap episode, membuatnya benar-benar tidak bisa diprediksi.

Bisa dikatakan, jumlah twist dalam 16 episode drama ini benar-benar gila. Ketika kita berpikir A, W akan langsung menyajikan cerita B. Jumlah kejutan yang diberikan drama ini benar-benar tak terhitung – dan meskipun bagi beberapa orang ini membuat drama ini menjadi kian menarik dan tak bisa ditinggalkan, bagi beberapa yang lain, efek yang dihadirkan mungkin justru sebaliknya.

Kejutan yang menjadi bumerang

Saat saya coba membandingkan daftar rating beberapa drama korea terkenal, ada pola yang hampir selalu berulang terjadi: rating mereka selalu mengalami peningkatan dan mencapai puncaknya di episode terakhir. Hal ini yang terjadi pada That Winter, the Wind Blows, My Love from the Star, dan Descendants of the SunDoctors sedikit berbeda, karena puncak rating mereka bukan di episode terakhir tapi di pertengahan paruh kedua drama (episode 15 dan 17), tapi polanya tetap mirip, karena rating terendah mereka adalah di episode pertama. (Klik hyperlink di masing-masing judul untuk informasi rating setiap drama.)

W berbeda. Puncak rating W secara di Korea secara keseluruhan adalah di episode 7, sementara di Seoul, puncak rating mereka terjadi di episode 5 (TNmS) dan 3 (Nielsen). Sementara titik terendah rating mereka terjadi di episode 1 (seluruh Korea) dan episode… terakhir (Seoul)! Dan patut dicatat juga secara keseluruhan Korea, meski rating terendah menurut TNmS dan Nielsen memang terjadi di episode pertama, tapi pada episode terakhir pun mereka mengalami penurunan rating yang cukup tajam:

rating-w

Bagi yang menyukai drama ini, mungkin hal ini agak tak masuk akal: bagaimana mungkin drama yang berakhir dengan sangat baik ini malah mendapat rating tak bagus di episode terakhir? Tapi jika melihat dari sudut pandang mereka yang kurang menyukainya, yang terjadi bisa dikatakan cukup wajar.

Dengan berbagai kejutan dalam bentuk twist cerita yang mewarnai 16 episode, W bisa dikatakan sebagai drama yang “berat”. Memusingkan. W selalu membuat penontonnya berpikir: kenapa seperti ini? Kok berubah seperti itu? Lho kok berubah lagi alur ceritanya? Ia juga beberapa kali menyajikan “kelegaan yang menipu”. Ketika kedua tokoh utama kelihatannya akan mengakhiri cerita dengan bahagia, badai yang lebih besar tiba-tiba bisa datang menjengkangkan mereka. Kegilaan yang (sepertinya) keluar dari batas normal drama Korea ini lah yang membuat sebagian orang akhirnya meninggalkannya sebelum drama ini benar-benar selesai. Singkatnya, ini adalah drama yang melelahkan.

Kontinuitas cerita yang bagus

Hal yang, menurut saya, membuat W (terutama para penulis naskahnya) layak dipuji adalah meski begitu banyak twist dan kejutan yang ditanamkan di cerita drama ini, ada kontinuitas cerita yang selalu dijaga. Menariknya juga, hampir semua ‘keanehan’ yang dimunculkan setiap twist yang terjadi adalah hal yang masuk akal. Semua kejutan yang diberikan seolah dipilih dengan baik dan hati-hati, dan membuat cerita tetap bisa diterima pikiran.

w-two-worlds-2

Semua twist tersebut memang bisa tercipta berkat ada banyaknya aturan-aturan dunia manhwa yang tak diungkapkan secara langsung, namun satu demi satu. Anda bisa melihat berkali-kali bagaimana Kang Chul bercerita tentang variabel dan hipotesa mengenai dunia W dan hubungannya dengan dunia nyata, dan bagaimana semuanya bisa ia pahami setelah melihat fenomena-fenomena menarik yang ia temui. Dunia manhwa memang seperti terra incognita yang bisa menghadirkan banyak kejutan, karena sifatnya yang belum diungkap sebelumnya. Bahkan setelah Kang Chul merasa memahami semua variabel dan hipotesa di dunia tersebut, itu masih belum cukup: ada variabel lain yang pada akhirnya memaksanya untuk mengakhiri cerita sebagaimana seharusnya, dan bukannya membuat ending yang ia dan Oh Yeon-joo inginkan.

Inilah yang membuat W begitu menarik: ia seolah menantang karakternya, dan juga kita, untuk terus berpikir, mengingat, dan mencerna. Ia bukan hanya menghibur, tapi juga memperkaya imajinasi dan logika. Dan karena itulah saya menyukainya.

Apakah W tanpa cela? Tentu saja tidak. Meski secara keseluruhan, cerita W hampir tidak kehilangan pegangannya selama 16 episode, harus diakui bahwa di pertengahan cerita, ada beberapa titik yang membuat saya, yang sampai akhir tetap menyukainya, merasa lelah. Semua twist yang dihadirkan memang tak terasa dipaksakan, tetapi ada satu-dua momen ketika saya berpikir bahwa sebetulnya drama ini akan tetap bagus walau ia diperpendek hingga dua atau tiga episode. Meski demikian, fakta bahwa mereka bisa mempertahankannya sampai akhir dengan kontinuitas cerita yang tetap bagus, dan memberikan akhir yang indah nan masuk akal, membuat W tetap bisa saya terima dengan baik dan tetap membuatnya menjadi salah satu dari sedikit drama Korea favorit saya.

Maksud saya, jika dibandingkan dengan DotS yang dua-tiga episode terakhirnya membuat kesal dan memberikan kesan dipaksa agar lebih panjang daripada seharusnya, W tentu saja jauh lebih baik…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here