Yang Saya Takutkan dari Derby Manchester…

Jauh sebelum musim 2016/17 dimulai, semua orang pecinta Premier League Inggris tampaknya telah menantikan pertandingan ini. Rivalitas Pep Guardiola dan Jose Mourinho yang ‘melegenda’ akhirnya akan memasuki babak baru di Premier League Inggris, setelah sebelumnya dirasakan oleh Liga Champions (ingat Inter vs Barcelona?) dan La Liga Spanyol. Dan karenanya, wajar jika laga ini begitu diantisipasi; layaknya El Clasico di Spanyol, derby Manchester sudah dinanti-nanti sejak musim belum juga dimulai – tepatnya sejak Jose Mourinho diumumkan sebagai manajer baru Setan Merah.

Fakta bahwa pertemuan kedua jenius ini terjadi di derby Manchester menambah bumbu. Semua orang membicarakannya, semua media mengangkatnya. Layaknya pertandingan besar yang begitu dinanti-nanti, pertandingan ini tak henti-hentinya dibahas: tentang sejarah rivalitas kedua manajer, tentang adu taktik kedua manajer, tentang betapa pentingnya pertandingan ini, tentang rivalitas kedua klub yang memang memanas dalam beberapa tahun terakhir, setelah kubu biru menjelma menjadi klub kaya nan sukses di Inggris.

Semua pembahasan yang tanpa henti dan seolah berulang-ulang itu berimbas pada semakin meningkatnya ekspektasi dan antisipasi akan pertandingan ini. Semacam ada harapan besar, bahwa kita akan melihat sesuatu yang luar biasa Sabtu sore nanti.

Masalahnya, ekspektasi kadang tak sesuai realita. Apalagi di sepakbola.

Bukan hal yang aneh lah kalau terkadang kita harus melihat pertandingan yang digadang-gadang akan super-seru karena nama-nama besar yang terlibat, namun akhirnya berlangsung membosankan – lebih membosankan daripada mendengarkan kebohongan Donald Trump yang seperti tak berseri.

Yang saya takutkan adalah derby Manchester ini tak berbeda. Begitu menegangkan menjelang pertandingan, begitu membuat mengantuk saat pertandingan.

Ada satu faktor yang membuat saya takut: pertemuan ini terjadi begitu dini di liga. Alih-alih bermain lepas, ada peluang, yang cukup besar, bahwa kedua manajer bakal lebih berhati-hati dalam menghadapi pertandingan ini. Dengan tiga pertandingan yang baru dijalani di liga sejauh ini, kedua tim, sepertinya, masih dalam tahap beradaptasi dengan gaya dan strategi masing-masing manajer baru. Keduanya juga tahu: kesalahan sekecil apapun berpotensi untuk dihukum oleh lawan mereka, dan mereka tentu tak menginginkan hal ini.

Dan tim yang masih beradaptasi dengan gaya dan strategi manajer baru (apalagi yang rumit macam Pep), pastilah lebih rentan melakukan kesalahan.

Ini tentu saja cuma ketakutan saya. Selalu ada kemungkinan bahwa yang terjadi barangkali malah sebaliknya. Dan kalau itu yang terjadi, syukurlah! Mungkin pertandingan ini malah bisa memenuhi ekspektasi jutaan pecinta Premier League di seluruh dunia, dan menghadirkan momen-momen yang akan dikenang dalam waktu lama. Mungkin. Mungkin ketakutan saya itu tak akan terjadi…

Yah, semoga.

Foto: El Centrocampista

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here