Mengapa Kimi No Na Wa adalah Film Terfavorit Saya Tahun Ini

Mengapa Kimi No Na Wa adalah Film Terfavorit Saya Tahun Ini

Saya sangat menyukai kisah cinta yang aneh. Itulah alasan utama saya menahbiskan 1Q84 sebagai karya Haruki Murakami terfavorit saya. Itu juga yang membuat saya begitu terkesan dengan kumpulan one-shots Adachi Mitsuru yang berjudul Adventure Boys – terutama adegan terakhirnya yang begitu mengesankan.

adventure-boys

Alasan yang sama membuat saya sangat menyukai drama W, dan menganggapnya sebagai drama Korea terbaik kedua tahun ini (walau saya memang cuma menonton sedikit drama) hanya karena Signal terlalu luar biasa. Ketiganya memiliki satu kesamaan: ketiganya berbicara tentang cinta dalam situasi dan kondisi yang aneh; ada aspek permainan waktu dan aspek fantasi bahwa semesta yang berbeda (‘multiverse’) mungkin benar-benar ada.

Untuk alasan yang sama juga, saya benar-benar terkesan dengan Kimi No Nawa (Your Name), film animasi terpopuler di Jepang tahun ini, yang membuat penciptanya, Makoto Shinkai, menjadi animator kedua setelah sang legenda, Hayao Miyazaki, yang berhasil mencatatkan pendapatan di atas 10 miliar Yen.

Jujur saja, saya awalnya ingin menonton film ini karena terperangah ketika melihat trailernya. Kualitas gambarnya benar-benar luar biasa bagus, dan keputusan saya untuk menontonnya di bioskop (dan mengabaikan fakta bahwa film ini sudah muncul versi bajakannya di internet) adalah keputusan yang tepat. Hanya dalam lima menit pertama saja saya sudah dibuat merinding karena indahnya gambar yang disajikan Kimi No Na Wa.

Tapi kemudian film ini terbukti bukan hanya soal gambar yang bagus – atau pemilihan soundtrack yang juga sangat bagus – hal yang membuat Kimi No Na Wa benar-benar bagus, setidaknya menurut saya, adalah aspek ceritanya.

Kimi No Na Wa bercerita tentang seorang laki-laki bernama Taki Tachibana dan seorang perempuan bernama Mitsuha Miyamizu. Keduanya sama-sama duduk di bangku SMA, meski berada di tempat yang berbeda: Taki tinggal di tengah rimba beton Tokyo, sementara Mitsuha tinggal di sebuah kota fiksi kecil bernama Itomori yang terletak di pinggir danau besar yang masih sangat alami dan tradisional.

Keduanya lalu merasakan pengalaman yang aneh dengan saling bertukar tubuh, tanpa diketahui penyebab, pemicu, dan waktu terjadinya kecuali bahwa pengalaman itu akan dimulai ketika bangun tidur dan berakhir ketika mereka tidur. Cerita kemudian berkembang dari pengalaman mereka tersebut, sampai akhirnya sebuah bencana besar akan terjadi dan menjadi inti drama dalam film ini.

jw5mj22

Harus diakui bahwa plot cerita Kimi No Na Wa memang kompleks, dan sulit untuk dipahami begitu saja. Makoto Shinkai memainkan aspek waktu dalam plotnya untuk membuatnya agak membingungkan; ada kalanya kita mungkin akan bingung apakah Taki sedang berada di tubuhnya sendiri atau Mitsuha lah yang ada di sana dan begitu juga sebaliknya. Permainan waktu ini semakin kompleks ketika bencana terjadi di sepertiga akhir film, tetapi justru inilah yang membuat Kimi No Na Wa menjadi sangat menarik.

Aspek waktu juga yang memberikan film ini momen puncaknya, dengan konsep ‘kataware doki‘ (guru Mitsuha akan menjelaskan konsep ini di sepertiga awal film) akan menjadi aspek penting dalam terbangunnya momen puncak itu.

Meski terkesan kompleks, Kimi No Na Wa juga menyenangkan dengan banyaknya adegan lucu yang diselipkan, terutama terkait reaksi Taki atas tubuh Mitsuha dan juga sebaliknya.

Tentu saja Kimi No Na Wa tidak sempurna. Meski ceritanya brilian, tetap ada satu atau dua plot holes yang muncul dan mengganggu saya, meski tidak terlalu mencolok, terutama menyoal hubungan Taki dengan seniornya di tempat kerja paruh waktunya, Okudera-senpai. Tapi untungnya, plot holes ini tidak terlalu mempengaruhi cerita, dan tidak terlalu mengganggu, jadi bukan masalah besar.

Secara keseluruhan, Kimi No Na Wa adalah sebuah paket film yang brilian: sinematografi dan gambarnya luar biasa, ceritanya lebih luar biasa lagi, dan dilengkapi dengan soundtrack yang benar-benar enak. Dengan mudah, film ini langsung membuat saya menobatkannya sebagai film terfavorit tahun ini, dan membuatnya kini setara dengan 1Q84, Adventure Boys, dan W sebagai cerita-cerita cinta favorit saya.

Kalaupun kamu kurang menyukai ceritanya, seharusnya gambarnya yang luar biasa indah dengan palet warna yang brilian akan membuatmu terkagum-kagum, dan membuatmu tak menyesal karena menontonnya di bioskop.

Kimi No Na Wa bisa disaksikan di jaringan bioskop Cinemaxx dan CGV Blitz (juga bisa ditemukan di internet, walau, sekali lagi, saya tidak menyarankannya…).

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedintumblrmail
There are 2 comments for this article
    • ekkyrezky Author at 1:56 pm

      Siapa tau suka. Ini bukan genre romance yang biasa. Romance yang aneh, saya suka sekali karena ada aspek sci-finya juga bahkan. Monggo dicoba. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *